Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ini Alasan Bahlil Ditunjuk Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, saat tiba di Istana Negara (IDN Times / Trio Hamdani)
  • Presiden Prabowo membentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi untuk mengonsolidasikan serta mempercepat pelaksanaan program hilirisasi dan transisi energi dalam Asta Cita.
  • Bahlil Lahadalia ditunjuk memimpin Kemenko tersebut sambil tetap menjabat Menteri ESDM, sesuai Keputusan Presiden yang ia nyatakan akan dijalankan.
  • Bahlil menegaskan Kemenko berfungsi mengoordinasikan, sementara Kementerian Investasi dan Hilirisasi yang dipimpin Rosan Roeslani bertugas secara teknis dan berada dalam koordinasinya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto membentuk Kementerian Koordinator (Kemenko) Hilirisasi dan Transisi Energi.

Bahlil kini dipercaya memimpin Kemenko tersebut sekaligus tetap menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM. Dia mengatakan hilirisasi dan transisi energi merupakan salah satu program Prabowo dalam Asta Cita.

"Bapak Presiden mempunyai program yang salah satu di antaranya dalam Asta Cita adalah tentang hilirisasi dan transisi energi. Dan ini harus mampu kita konsolidasikan lewat Kemenko untuk bagaimana bisa melakukan percepatan eksekusi ke depan," kata Bahlil usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Bahlil menjelaskan posisi Menko berbeda dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi yang dijabat oleh Rosan Perkasa Roeslani. Menko bertugas melakukan koordinasi, sedangkan Menteri Investasi dan Hilirisasi merupakan menteri teknis.

"Jadi kementeriannya, Kementerian Investasi Hilirisasi itu di dalam koordinasi Kemenko. Itu saja kok biasa ya," ujar Bahlil.

Di sisi lain, Bahlil juga tetap menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM. Dia menyebut penugasan sebagai Menteri ESDM sekaligus Menko merupakan hal baru baginya.

Saat ditanya apakah akan ada Menteri ESDM baru, Bahlil tidak memberikan jawaban. Dia mengatakan hanya menjalankan tugas sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) yang ditetapkan Prabowo.

"Dan sebagai pembantu Presiden yang baik, akan taat, tunduk pada apa yang diperintahkan dan apa yang ada dalam Keppres tersebut," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article