Ilustrasi Arisan. (IDN Times/Aditya Pratama)
Sejumlah kebijakan jangka pendek yang telah disiapkan Pemerintah, yakni:
- Penguatan Konsumsi Rumah Tangga dan Daya Beli Masyarakat
Perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendukung ketahanan gizi sekaligus mendorong perputaran ekonomi di sektor pangan lokal. Penyaluran bantuan sosial tepat sasaran untuk melindungi daya beli masyarakat rentan
Stimulus konsumsi melalui diskon transportasi publik dan subsidi listrik untuk rumah tangga tertentu. Kemudian pemerintah akan mempercepat realisasi belanja negara untuk memperkuat daya dorong fiskal.
- Peningkatan Kemudahan Berusaha
Pelaksanaan Instruktur Presiden terkait deregulasi untuk menyederhanakan izin usaha dan Penyelesaian revisi Peraturan Presiden tentang Bidang Usaha Penanaman Modal (BUPM)
- Penguatan Pembiayaan Sektor Produktif
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan target yang lebih besar. Implementasi kredit investasi padat karya diarahkan pada sektor-sektor strategis dan fasilitasi pembiayaan Koperasi dan UMKM untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing
- Perluasan Akses Pasar Ekspor
Percepatan penyelesaian perjanjian perdagangan seperti IEU-CEPA, dan CP TPP. Penetrasi pasar ekspor non-tradisional dan penguatan kerja sama dengan negara-negara BRICS dan dukungan promosi dan fasilitasi ekspor untuk UMKM berpotensi ekspor
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Satuan Tugas Deregulasi akan segera terbentuk, namun tim sudah mulai bekerja mengidentifikasi masalah perizinan ekspor-impor yang dikeluhkan pengusaha.
Paket kebijakan yang akan segera diumumkan diharapkan dapat meningkatkan kinerja ekspor dan daya saing industri dalam negeri
Kebijakan deregulasi ini sejalan dengan upaya transformasi kebijakan dalam rangka aksesi Indonesia ke OECD.