Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menyampaikan pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran atas rencana tarif dagang baru dari Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump menyebut pemerintahannya akan mulai mengirim surat pemberitahuan tarif kepada sejumlah negara pada Jumat, menjelang tenggat 9 Juli.
Tarif yang direncanakan berada di kisaran 10 persen hingga 70 persen dan dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Agustus. Trump juga mengumumkan negara-negara yang dianggap berpihak pada BRICS akan dikenakan tarif tambahan sebesar 10 persen karena dianggap merugikan kepentingan AS.
Sebelumnya, Trump sempat menyatakan AS hampir mencapai sejumlah kesepakatan dagang, tetapi ketidakjelasan detail membuat pasar tetap gelisah meskipun waktu negosiasi diperpanjang tiga minggu.
"Perpanjangan tiga minggu ini memberi negara lain lebih banyak waktu untuk mencapai kesepakatan dengan AS, tetapi kurangnya rincian membuat investor merasa khawatir," ujarnya.