Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK) menilai, sumber persoalan negeri ini hingga berdampak terhadap ekonomi nasional cukup sederhana. Ia menilai, negara ini telah mengalami defisit anggaran karena pengeluaran pemerintah (government expenditure) lebih besar daripada pendapatan.
JK menekankan defisit anggaran bisa semakin melebar kalau pemerintah tidak mampu mengerem pengeluaran-pengeluaran yang tidak produktif secara langsung, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun saat ini, pemerintah mulai melakukan perbaikan dalam tata kelola pelaksanaan program tersebut.
"Jadi kita melihat keadaan kita seperti ini. Kalau krisis ekonomi dihubungkan dengan fiskal, fiskal itu uang, anggaran kenapa itu jadi sumber masalah sekarang ini, negeri ini masalahnya sederhana, tidak rumit amat, yaitu pengeluaran lebih banyak dari pendapatan. Simple," kata JK, saat menjadi pembicara dalam acara bertema Kebijakan Ekonomi dan Manajemen Krisisi di Universitas Paramadina, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
"Kalau dalam istilah ekonomi, negara ini defisit. Sekarang defisit itu bisa makin besar kalau pengeluarannya tidak direm, terutama pengeluaran yang tidak produktif secara langsung, kayak makan bergizi gratis, tapi itu kan sudah... Alhamdulillah pak presiden menyadari itu," imbuhnya.
Adapun defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 tercatat sebesar Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut masih jauh di bawah target defisit APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp589,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB.
