Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jualan di TikTok Shop vs Shopee, Mana yang Lebih Cuan di 2026?

ilustrasi bermain tiktok (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi bermain tiktok (pexels.com/cottonbro studio)
Intinya sih...
  • TikTok Shop: energi tren + impulsif beliTren video singkat dan perilaku Gen Z membuat TikTok Shop cocok untuk produk fashion, aksesoris, kosmetik, atau barang unik.
  • Shopee: pasar luas + proses belanja terstrukturDengan basis pengguna besar, Shopee lebih stabil untuk produk kebutuhan sehari-hari, fashion, dan alat rumah tangga.
  • Biaya dan keuntungan marginTikTok Shop menawarkan promo besar untuk riding tren, sementara Shopee memiliki program gratis ongkir yang lebih terstruktur.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Platform jualan digital terus berevolusi, dan dua nama yang paling sering dibandingkan dalam beberapa tahun terakhir adalah TikTok Shop dan Shopee. Keduanya punya ekosistem besar dan peluang pendapatan yang nyata—tapi mereka menjawab kebutuhan penjual dengan cara yang berbeda.

Kalau kamu sedang mempertimbangkan mana yang paling cuan di tahun 2026, jawabannya tidak tunggal. Lebih tepatnya: masing-masing punya keunggulan tergantung strategi, target pasar, dan jenis produk yang kamu jual.

1. TikTok Shop: energi tren + impulsif beli

ilustrasi belanja online di malam hari (pexels.com/Liza Summer)
ilustrasi belanja online di malam hari (pexels.com/Liza Summer)

TikTok Shop memanfaatkan kekuatan konten video singkat untuk mendorong pembelian secara impulsif. Saat konten kamu viral, produk langsung laku tanpa banyak iklan tradisional.

Tren ini semakin kuat di 2026 karena perilaku Gen Z dan Gen Alpha makin dominan. Mereka lebih responsif pada konten yang engaging, dan TikTok adalah tempat mereka menghabiskan banyak waktu. Kalau kamu jago bikin konten atau live selling, potensi cuan di TikTok Shop bisa sangat besar.

2. Shopee: pasar luas + proses belanja terstruktur

ilustrasi online shopping
ilustrasi online shopping (pexels.com/MART PRODUCTION)

Shopee punya basis pengguna yang sangat besar dan sistem belanja yang sudah matang. Pembeli datang karena mencari produk — bukan hanya karena konten menarik. Sistem filter, kategori, dan review membantu mereka yang siap membeli dengan lebih “rasional”.

Shopee cenderung lebih stabil untuk penjualan evergreen (produk kebutuhan sehari-hari, fashion, alat rumah tangga). Bukan hanya karena marketplace-nya sudah familiar, tapi karena orang datang untuk belanja dengan niat.

3. Biaya dan keuntungan margin

ilustrasi cek reputasi toko online (pexels.com/AS Photography)
ilustrasi cek reputasi toko online (pexels.com/AS Photography)

TikTok Shop sering menawarkan promo besar dan subsidi dari platform buat menarik penjual dan pembeli. Ini bisa menekan margin awal, tapi volume penjualan bisa melonjak cepat kalau kamu bisa riding tren.

Shopee punya berbagai program gratis ongkir dan cashback juga, tapi biasanya lebih terstruktur dan tidak se“flashy” TikTok. Biaya admin Shopee relatif stabil, dan kamu bisa kalkulasi lebih mudah untuk profit jangka panjang.

4. Brand vs impulsive selling

ilustrasi melakukan belanja online (pexels.com/Negative Space)
ilustrasi melakukan belanja online (pexels.com/Negative Space)

TikTok Shop bisa membuat produk baru langsung dikenal lewat konten kreatif. Ini peluang besar buat brand discovery tanpa budget iklan besar. Namun, konsumennya sering impulsif, jadi retensi jangka panjang perlu strategi tambahan.

Di Shopee, pembeli sering datang karena kebutuhan bukan karena tren. Targetnya lebih terukur dan loyalitas bisa dibangun lewat layanan, rating, dan pengalaman belanja yang konsisten.

5. Mana yang paling cocok untuk bisnis mu di 2026?

ilustrasi fitur wishlist atau keranjang di online shop (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
ilustrasi fitur wishlist atau keranjang di online shop (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Kalau kamu menjual produk yang visualnya kuat, punya cerita menarik, atau mudah dipromosikan lewat video, TikTok Shop cenderung lebih cuan cepat. Ini cocok buat produk fashion, aksesoris, kosmetik, atau barang unik.

Kalau kamu fokus ke produk kebutuhan sehari-hari, barang utilitarian, atau ingin jangka panjang dengan strategi yang stabil, Shopee kemungkinan masih unggul dari sisi volume dan kestabilan.

Tidak ada jawaban tunggal mana yang pasti paling cuan di 2026 — karena kedua platform punya kekuatan tersendiri. TikTok Shop unggul di dinamika konten dan impulsive buying, sementara Shopee lebih solid untuk transaksi yang terencana dan kurasi produk.

Strategi paling efektif justru bukan memilih salah satu, tapi memanfaatkan keduanya sesuai kekuatan produk dan pasar kamu. Dengan pendekatan yang tepat, kamu bisa “dual engine” memaksimalkan cuan dari tren tanpa mengorbankan kestabilan penjualan. Pulling strategy yang fleksibel di 2026 itu kunci.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Rupiah Mendekati Rp17 Ribu, BI Diproyeksi Tahan BI Rate Januari 2026

21 Jan 2026, 13:52 WIBBusiness