Jualan di TikTok Shop vs Shopee, Mana yang Lebih Cuan di 2026?

- TikTok Shop: energi tren + impulsif beliTren video singkat dan perilaku Gen Z membuat TikTok Shop cocok untuk produk fashion, aksesoris, kosmetik, atau barang unik.
- Shopee: pasar luas + proses belanja terstrukturDengan basis pengguna besar, Shopee lebih stabil untuk produk kebutuhan sehari-hari, fashion, dan alat rumah tangga.
- Biaya dan keuntungan marginTikTok Shop menawarkan promo besar untuk riding tren, sementara Shopee memiliki program gratis ongkir yang lebih terstruktur.
Platform jualan digital terus berevolusi, dan dua nama yang paling sering dibandingkan dalam beberapa tahun terakhir adalah TikTok Shop dan Shopee. Keduanya punya ekosistem besar dan peluang pendapatan yang nyata—tapi mereka menjawab kebutuhan penjual dengan cara yang berbeda.
Kalau kamu sedang mempertimbangkan mana yang paling cuan di tahun 2026, jawabannya tidak tunggal. Lebih tepatnya: masing-masing punya keunggulan tergantung strategi, target pasar, dan jenis produk yang kamu jual.
1. TikTok Shop: energi tren + impulsif beli

TikTok Shop memanfaatkan kekuatan konten video singkat untuk mendorong pembelian secara impulsif. Saat konten kamu viral, produk langsung laku tanpa banyak iklan tradisional.
Tren ini semakin kuat di 2026 karena perilaku Gen Z dan Gen Alpha makin dominan. Mereka lebih responsif pada konten yang engaging, dan TikTok adalah tempat mereka menghabiskan banyak waktu. Kalau kamu jago bikin konten atau live selling, potensi cuan di TikTok Shop bisa sangat besar.
2. Shopee: pasar luas + proses belanja terstruktur

Shopee punya basis pengguna yang sangat besar dan sistem belanja yang sudah matang. Pembeli datang karena mencari produk — bukan hanya karena konten menarik. Sistem filter, kategori, dan review membantu mereka yang siap membeli dengan lebih “rasional”.
Shopee cenderung lebih stabil untuk penjualan evergreen (produk kebutuhan sehari-hari, fashion, alat rumah tangga). Bukan hanya karena marketplace-nya sudah familiar, tapi karena orang datang untuk belanja dengan niat.
3. Biaya dan keuntungan margin

TikTok Shop sering menawarkan promo besar dan subsidi dari platform buat menarik penjual dan pembeli. Ini bisa menekan margin awal, tapi volume penjualan bisa melonjak cepat kalau kamu bisa riding tren.
Shopee punya berbagai program gratis ongkir dan cashback juga, tapi biasanya lebih terstruktur dan tidak se“flashy” TikTok. Biaya admin Shopee relatif stabil, dan kamu bisa kalkulasi lebih mudah untuk profit jangka panjang.
4. Brand vs impulsive selling

TikTok Shop bisa membuat produk baru langsung dikenal lewat konten kreatif. Ini peluang besar buat brand discovery tanpa budget iklan besar. Namun, konsumennya sering impulsif, jadi retensi jangka panjang perlu strategi tambahan.
Di Shopee, pembeli sering datang karena kebutuhan bukan karena tren. Targetnya lebih terukur dan loyalitas bisa dibangun lewat layanan, rating, dan pengalaman belanja yang konsisten.
5. Mana yang paling cocok untuk bisnis mu di 2026?

Kalau kamu menjual produk yang visualnya kuat, punya cerita menarik, atau mudah dipromosikan lewat video, TikTok Shop cenderung lebih cuan cepat. Ini cocok buat produk fashion, aksesoris, kosmetik, atau barang unik.
Kalau kamu fokus ke produk kebutuhan sehari-hari, barang utilitarian, atau ingin jangka panjang dengan strategi yang stabil, Shopee kemungkinan masih unggul dari sisi volume dan kestabilan.
Tidak ada jawaban tunggal mana yang pasti paling cuan di 2026 — karena kedua platform punya kekuatan tersendiri. TikTok Shop unggul di dinamika konten dan impulsive buying, sementara Shopee lebih solid untuk transaksi yang terencana dan kurasi produk.
Strategi paling efektif justru bukan memilih salah satu, tapi memanfaatkan keduanya sesuai kekuatan produk dan pasar kamu. Dengan pendekatan yang tepat, kamu bisa “dual engine” memaksimalkan cuan dari tren tanpa mengorbankan kestabilan penjualan. Pulling strategy yang fleksibel di 2026 itu kunci.


















