Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kebijakan Moneter Saja Tak Cukup Jaga Rupiah dan Pertumbuhan

2 min read
Kebijakan Moneter Saja Tak Cukup Jaga Rupiah dan Pertumbuhan
Logo Bank Indonesia
  • Komisi XI DPR menilai kebijakan moneter saja belum cukup menjaga rupiah dan pertumbuhan, karena tekanan global memicu capital outflow, menekan nilai tukar, serta berdampak pada indeks saham.

  • Harris Turino menyoroti struktur industri yang bergantung impor: 71 persen impor berupa bahan baku dan penolong, sementara pelemahan rupiah hanya berkorelasi 0,9 persen dengan peningkatan ekspor.

  • Bank Indonesia menghadapi dilema menjaga rupiah atau mendorong pertumbuhan, di tengah penyempitan selisih suku bunga antarnegara serta penurunan outstanding dan imbal hasil SRBI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai kebijakan moneter saja belum cukup untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi.

Anggota Komisi XI DPR Harris Turino mengatakan tekanan ekonomi global telah memicu aliran modal asing keluar dari pasar keuangan domestik (capital outflow), menekan nilai tukar rupiah, serta berdampak terhadap indeks harga saham.

"Kebijakan moneter semata tidak akan cukup untuk menjaga stabilitas rupiah dan pertumbuhan," ucapnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI, Senin (28/9/2026).

  1. 1. Persoalannya pada struktur industri bergantung impor

    Ilustrasi ekspor-impor (Pixabay)
    Ilustrasi ekspor-impor (Pixabay)

    Ia menjelaskan di sektor perdagangan, tekanan global turut menekan ekspor. Di sisi lain, impor tetap meningkat seiring kebutuhan bahan baku dan bahan penolong industri.

    Harris menyebut sekitar 71 persen impor Indonesia merupakan bahan baku dan bahan penolong. Sementara itu, korelasi antara depresiasi rupiah dan peningkatan ekspor hanya sebesar 0,9 persen. Artinya, pelemahan rupiah belum banyak mendorong kenaikan ekspor Indonesia.

    “Jadi persoalannya ada di struktur industri, ketergantungan impor, kedalaman pasar, dan struktur perdagangan Indonesia,” tutur Harris.

  2. 2. Dilema antara stabilitas rupiah dan pertumbuhan ekonomi

    Ilustrasi uang rupiah dan dolar AS akibat pelemahan rupiah.
    Ilustrasi uang rupiah dan dolar Amerika Serikat terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

    Menurut dia, tekanan eksternal juga tercermin dari kondisi defisit pada sejumlah indikator eksternal Indonesia. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi investor terhadap prospek perekonomian domestik.

    Dengan demikian, ia menyebut Bank Indonesia (BI) saat ini menghadapi dilema antara menjaga stabilitas rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam kondisi tersebut, BI dinilai memilih mempertahankan suku bunga acuan sembari mengoptimalkan instrumen moneter lainnya untuk menjaga stabilitas rupiah dan mendukung pertumbuhan.

    “Apakah bauran kebijakan yang dipilih oleh BI merupakan optimalisasi dari independensi kebijakan moneter atau memang terjadi pergeseran bobot yang terlalu besar ke arah pertumbuhan ekonomi,” kata Harris.

  3. 3. Soroti penyempitan selisih suku bunga antarnegara

    Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (ANTARA FOTO/ Sigid Kurniawan)
    Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (ANTARA FOTO/ Sigid Kurniawan)

    Dia juga menyoroti penyempitan selisih suku bunga atau interest rate differential antarnegara. Pada saat yang sama, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) terus mengalami penurunan.

    Berdasarkan data BI, outstanding SRBI turun menjadi Rp1.013,5 triliun per 23 September 2026 dari Rp1.096 triliun sebelumnya. Posisi tersebut juga lebih rendah dibandingkan outstanding pada Juni 2026 yang mencapai Rp1.072,62 triliun.

    “Selama ini, SRBI yang tinggi dianggap memberikan sinyal positif bagi investor untuk menarik capital inflow dan menjaga stabilitas rupiah. Namun kali ini jumlahnya dikurangi lalu bunganya juga dikurangi,” tutur Harris.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More