Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Barang Lokal Mulai Dipilih di Tengah Banyaknya Merek Asing?
ilustrasi batik tulis (pexels.com/JENNI AGUSTINA)
  • Harga produk lokal sering lebih sesuai dengan daya beli konsumen Indonesia.

  • Produk lokal lebih mudah menyesuaikan kebutuhan dan kebiasaan konsumen.

  • Kualitas, cerita, dan asal produk lokal semakin dipertimbangkan konsumen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dulu, orang-orang cenderung memilih merek dari luar negeri karena dianggap menawarkan kualitas yang lebih baik. Produk dari luar negeri juga punya kesan lebih prestise, sehingga tidak sedikit orang rela membayar lebih mahal untuk mendapatkannya. Namun, pandangan tersebut perlahan mulai berubah karena semakin banyak produk lokal yang menawarkan kualitas, desain, dan pengalaman yang tidak kalah menarik.

Pilihan produk yang tersedia saat ini juga semakin beragam. Konsumen bisa menemukan barang dari berbagai negara hanya dengan membuka marketplace atau media sosial. Di sisi lain, merek lokal juga semakin berani menunjukkan kualitas dan membangun identitasnya sendiri sehingga konsumen tidak lagi hanya melihat asal sebuah produk ketika akan membeli.

Perubahan ini tentu menarik bagi pelaku bisnis. Ketika konsumen mulai melihat produk lokal sebagai pilihan yang setara, ada peluang lebih besar bagi bisnis dalam negeri untuk berkembang. Lalu, apa yang membuat barang lokal mulai banyak dipilih di tengah banyaknya merek asing?

1. Harga produk lokal biasanya lebih ramah di kantong

ilustrasi berbelanja produk lokal (pexels.com/Arina Krasnikova)

Salah satu alasan yang paling mudah terlihat adalah harga. Produk lokal tidak selalu lebih murah, tetapi banyak bisnis dalam negeri menawarkan pilihan harga yang lebih sesuai dengan daya beli konsumen Indonesia. Produsen lokal juga biasanya lebih memahami kondisi pasar di dalam negeri. Mereka bisa menyesuaikan ukuran produk, jenis bahan, kemasan, hingga pilihan produknya dengan kebutuhan konsumen yang memang menjadi target utama.

2. Lebih mudah menemukan produk yang sesuai kebutuhan

ilustrasi tas buatan lokal (unsplash.com/Sherif Salem)

Bisnis lokal mempunyai keuntungan karena berada lebih dekat dengan pasar yang mereka layani. Mereka bisa melihat kebiasaan konsumen secara langsung dan menyesuaikan produk berdasarkan kebutuhan tersebut. Hal ini bisa terlihat dari banyaknya produk lokal yang dibuat dengan mempertimbangkan kebiasaan masyarakat Indonesia. Mulai dari makanan, pakaian, kosmetik, perlengkapan rumah, sampai produk untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi seperti ini membuat konsumen tidak selalu harus menyesuaikan diri dengan produk. Justru produknya yang dibuat agar lebih cocok dengan kebiasaan mereka. Bagi konsumen, hal sederhana seperti ukuran, pilihan warna, rasa, atau cara penggunaan bisa menjadi alasan untuk kembali membeli produk yang sama.

3. Kualitas produk lokal semakin diperhatikan

ilustrasi sepatu kulit lokal (unsplash.com/Davinder Singh)

Anggapan bahwa produk luar negeri selalu mempunyai kualitas lebih baik juga mulai berubah. Sekarang semakin banyak bisnis lokal yang berusaha meningkatkan kualitas produknya agar mampu bersaing dengan merek yang sudah terkenal. Perubahan ini dapat dilihat dari bahan yang digunakan, desain kemasan, proses produksi, hingga cara sebuah merek memberikan pelayanan kepada pembeli. 

Banyak produk lokal bahkan membangun identitas merek yang kuat tanpa harus meniru merek dari luar. Kualitas tentu menjadi pertimbangan penting. Konsumen mungkin tertarik mencoba karena melihat sebuah produk sedang ramai dibicarakan, tetapi mereka akan kembali membeli jika pengalaman menggunakan produk tersebut memang sesuai harapan.

4. Cerita di balik produk bisa menjadi daya tarik

ilustrasi batik tulis (pexels.com/JENNI AGUSTINA)

Produk lokal juga mempunyai cerita yang lebih dekat dengan kehidupan konsumen. Ada bisnis yang dibangun dari usaha keluarga, menggunakan bahan dari daerah tertentu, atau memberdayakan masyarakat sekitar dalam proses produksinya. Cerita semacam ini bisa membuat sebuah produk terasa lebih personal. Konsumen tidak hanya melihat barang yang akan dibeli, tetapi juga mengetahui siapa yang membuatnya dan bagaimana produk tersebut dihasilkan.

Hal tersebut semakin mudah dilakukan karena media sosial memungkinkan bisnis kecil memperkenalkan cerita mereka secara langsung. Pemilik usaha bisa menunjukkan proses produksi, kegiatan di balik layar, atau orang-orang yang bekerja di dalam bisnis tersebut. Pada akhirnya, hubungan antara konsumen dan merek tidak hanya terbentuk dari produk. Cara sebuah bisnis berkomunikasi juga bisa ikut memengaruhi keputusan pembelian.

5. Konsumen mulai memperhatikan asal produk

ilustrasi perempuan sedang berbelanja (unsplash.com/Arturo Rey)

Asal sebuah produk juga menjadi salah satu informasi yang dipertimbangkan sebagian konsumen. Mereka ingin mengetahui siapa yang membuat barang tersebut dan dari mana produk berasal. Kesadaran seperti ini bisa membuat konsumen lebih tertarik mencari merek lokal. Apalagi sekarang informasi mengenai sebuah bisnis jauh lebih mudah ditemukan melalui internet.

Jadi, semakin banyaknya pilihan merek asing tidak berarti produk lokal kehilangan kesempatan untuk berkembang. Justru persaingan yang semakin terbuka membuat bisnis dalam negeri mempunyai kesempatan untuk menunjukkan keunggulannya. Konsumen juga semakin punya banyak pertimbangan sebelum membeli. Harga memang penting, tetapi kualitas dan kesesuaian dengan kebutuhan ikut menentukan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article