Jakarta, IDN Times - Hipotesis pendapatan permanen atau Permanent Income Hypothesis menjelaskan seseorang biasanya mengatur pengeluaran berdasarkan perkiraan pendapatan yang akan mereka terima dalam jangka panjang. Jadi, bukan cuma melihat berapa uang yang masuk sekarang.
Dilansir Investopedia, sederhananya, seseorang akan memperkirakan berapa banyak pendapatan yang bisa mereka dapatkan sepanjang hidup. Perkiraan itulah yang kemudian menjadi dasar untuk menentukan berapa banyak uang yang bisa dibelanjakan.
Karena itu, tambahan uang yang sifatnya hanya sementara, seperti bonus, belum tentu membuat seseorang langsung meningkatkan pengeluaran. Ketika pendapatan yang diterima saat ini lebih besar daripada pendapatan yang diperkirakan dalam jangka panjang, sebagian orang justru cenderung menyimpan uang tersebut.
Sebaliknya, ketika pendapatan saat ini lebih rendah dari yang diperkirakan, seseorang bisa menggunakan pinjaman untuk menjaga pengeluarannya.
