Program Makan Bergizi Gratis yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Cimahi (18/04/2025) (Tim Komunikasi Prabowo)
Berdasarkan data BGN yang dipaparkan kepada Komisi IX DPR RI, hingga saat ini jumlah penerima MBG sebanyak 5.592.745 orang, yang terbagi dalam 40.907 kelompok. Dadan mengatakan, jumlah tersebut setara dengan populasi Singapura.
"Alhamdulillah total ini sebetulnya kita sudah bisa memberi makan hampir seluruh penduduk Singapura. Jadi ini kalau di Indonesia baru 2 persen kalau Singapura sudah hampir 100 persen,” kata Dadan.
Dilihat berdasarkan jenjang pendidikan, penerima MBG yang tergolong anak PAUD sebanyak 81.649 orang, kemudian murid Raudatul Athfal (RA) sebanyak 33.643 orang, dan murid taman kanak-kanak (TK) sebanyak 205.860 orang.
Lalu, murid Sekolah Dasar (SD) kelas 1-3 sebanyak 1.1039.286 orang, dan kelas 4-6 sebanyak 1.154.488 orang. Jumlah penerima dari murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas 1-3 sebanyak 104.238 orang, dan MI kelas 4-6 sebanyak 101.357 orang.
Jumlah penerima SMP sebanyak 1.314.144 orang, Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 217.996 orang, SMA sebanyak 638.383 orang, SMK sebanyak 416.973 orang, Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 111.910 orang, Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak 8.706 orang, santri pondok pesantren (Ponpes) sebanyak 27.480 orang, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebanyak 1.207 orang.
Lalu, jumlah penerima MBG dari kategori ibu menyusui sebanyak 30.672 orang, ibu hamil 18.031 orang. balita 85.920 orang, dan seminari 802 orang.
Dilihat dari provinsi, Jawa Barat mencatatkan jumlah penerima tertinggi, yakni mencapai 1.617.827 orang. Lalu, di posisi kedua ada Jawa Tengah sebanyak 734.568 orang, dan ketiga Jawa Timur sebanyak 415.113 orang.
"Jadi paling banyak orang sekarang ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur," tutur Dadan.