ilustrasi mencari iklan lowongan kerja (freepik.com/rawpixel.com)
Dari sisi ketersediaan lapangan kerja saat ini, persepsi konsumen masih optimistis pada responden dengan tingkat pendidikan akademi atau diploma, sarjana, dan pascasarjana. Sebaliknya, responden dengan pendidikan SMA masih memiliki persepsi pesimistis terhadap ketersediaan lapangan kerja. Indeks kelompok ini bahkan turun menjadi 96,9.
Berdasarkan kelompok usia, persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini masih optimistis pada kelompok usia 20-30 tahun. Sementara kelompok usia lainnya berada di level pesimis.
Sementara itu, keyakinan konsumen untuk membeli barang tahan lama juga masih berbeda berdasarkan tingkat pengeluaran. Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) berada di level optimistis pada kelompok dengan pengeluaran lebih dari Rp3,1 juta.
Adapun kelompok dengan pengeluaran di bawah Rp3,1 juta masih berada di level pesimis. Indeks tertinggi tercatat pada kelompok dengan pengeluaran lebih dari Rp5 juta, yakni sebesar 116,0.
Di sisi lain, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi dalam enam bulan ke depan menunjukkan peningkatan. IEK September 2026 tercatat sebesar 128,7, naik dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 127,6.
"Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan ekspektasi terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja," tulis BI.
Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) tercatat sebesar 136,9 pada September 2026, meningkat dari 134,9 pada bulan sebelumnya. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) naik menjadi 127,7 dari 125,7. Adapun Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) masih berada di level optimistis dengan indeks 121,5. Namun, angka tersebut sedikit turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 122,1.
Secara spasial, peningkatan IEK tertinggi terjadi di Padang, Pontianak, dan Banten. Sebaliknya, penurunan IEK terdalam tercatat di Semarang, Jakarta, dan Makassar. Ekspektasi konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan ke depan juga berada pada level optimistis di seluruh kelompok pendidikan.
Peningkatan indeks terjadi pada seluruh tingkat pendidikan, kecuali kelompok akademi atau diploma yang mengalami penurunan menjadi 127,5.