Kebakaran di kilang Viva Energy, Geelong, terjadi pada Rabu (15/4) malam. Api bermula dari kebocoran katup di unit MOGAS (motor gasoline) akibat kendala mekanis. Tim Fire Rescue Victoria memadamkan api dalam waktu 13 jam.
Insiden ini merusak unit alkilasi, sehingga produksi bensin turun 60 persen dari kapasitas normal. Sebanyak 50 pekerja di lokasi selamat tanpa cedera berkat penerapan prosedur darurat.
"Saat ini kami masih bisa memproduksi sekitar 80 persen solar dan 60 persen bensin. Kami berharap produksi bisa kembali normal dalam beberapa minggu ke depan setelah pemeriksaan keamanan dan perbaikan selesai dilakukan," kata CEO Viva Energy, Scott Wyatt, dilansir The Guardian.
Penurunan produksi ini menjadi tantangan bagi penyalur bahan bakar di tenggara Australia. Kilang Geelong biasanya menyumbang 50 persen kebutuhan bahan bakar Victoria dan 10 persen pasokan nasional. Sebagai langkah keamanan, unit Residue Catalytic Cracking (RCCU) dimatikan sementara. Namun, unit pengolahan utama lain, seperti distilasi minyak mentah dan reformer, beroperasi normal.
"Semua biaya tambahan akibat insiden ini akan ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan. Kami jamin tidak akan ada kenaikan harga untuk masyarakat, karena fokus utama kami adalah memastikan pasokan lancar untuk semua pelanggan," kata Scott Wyatt.