Rupiah Berhasil Ditutup Menguat ke Rp17.939 per dolar AS

- Rupiah ditutup menguat ke Rp17.939,5 per dolar AS pada akhir perdagangan 10 Juni 2026, naik 0,66 persen dibanding hari sebelumnya.
- Penguatan rupiah didorong keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan dan rencana rapat mingguan yang membuka peluang kenaikan lanjutan.
- Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax memberi sentimen positif karena membantu kurangi beban fiskal dan jaga stabilitas ekonomi.
1. Rincian pergerakan mata uang di Asia
Di Asia, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS sore ini, rinciannya:
Bath Thailand menguat 0,03 poin
Rupee India menguat 0,04 poin
Pesso Filipina 0,14 poin
Won Korea menguat 4,82 poin
2. Kenaikan suku bunga acuan BI direspons positif
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah ditopang oleh keputusan BI menaikkan suku bunga.
"Rupiah menguat terhadap dolar AS menyusul langkah BI menaikkan suku bunga serta menjadwalkan rapat mingguan ke depan yang memicu harapan adanya kenaikan suku bunga lanjutan apabila diperlukan," ujar Lukman kepada IDN Times.
3. Kebijakan menaikkan harga BBM nonsubsidi kurangi beban fiskal
Menurutnya, kebijakan pemerintah menaikkan harga Pertamax juga turut memberikan sentimen positif terhadap rupiah, karena dapat membantu mengurangi tekanan fiskal dan menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah tingginya harga energi global.
Meski demikian, penguatan rupiah diperkirakan tidak akan berlangsung terlalu besar.


















