Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Orang Terkaya di Australia 2026 yang Kuasai Berbagai Industri

Orang Terkaya di Australia 2026 yang Kuasai Berbagai Industri
Orang Terkaya di Australia 2026 (forbes.com)
Intinya Sih
  • Ekonomi Australia 2026 tetap tangguh di tengah ketidakpastian global, didorong oleh sektor sumber daya alam, nilai tukar stabil, dan lonjakan kekayaan para miliarder di berbagai industri.
  • Gina Rinehart, Harry Triguboff, dan Andrew Forrest menempati tiga posisi teratas orang terkaya Australia dengan fokus pada tambang, properti, serta transformasi menuju energi hijau berkelanjutan.
  • Kesuksesan Canva oleh Melanie Perkins dan Cliff Obrecht serta bisnis daur ulang Anthony Pratt menunjukkan peran besar teknologi dan keberlanjutan dalam menciptakan kekayaan baru di Australia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Australia kembali mencuri perhatian dunia pada 2026 karena ketahanan ekonominya di tengah ketidakpastian global yang dipicu oleh tarif perdagangan dan ketegangan geopolitik. Di saat banyak negara menghadapi perlambatan ekonomi, Australia justru mampu menunjukkan stabilitas berkat kekuatan sektor sumber daya alam dan nilai tukar mata uangnya.

Kondisi ini turut mendorong peningkatan kekayaan para miliarder, terutama mereka yang bergerak di bidang tambang, properti, dan teknologi. Bahkan, total kekayaan kolektif orang terkaya di Australia mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Lima nama teratas juga mencatat pertumbuhan aset meski situasi global masih penuh tantangan.

Lantas, siapa saja orang terkaya di Australia saat ini dan bagaimana mereka membangun kekayaannya? Yuk, simak daftar lengkapnya berikut ini!

1. Gina Rinehart mempertahankan dominasi di sektor tambang

Gina Rinehart
Gina Rinehart (forbes.com)

Gina Rinehart masih menjadi orang terkaya di Australia pada 2026 meskipun kekayaannya mengalami penurunan menjadi sekitar 24,6 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp381 triliun. Ia dikenal luas sebagai tokoh penting di industri pertambangan melalui perusahaan Hancock Prospecting yang diwarisinya dari sang ayah. Meskipun harga bijih besi mengalami tekanan dan regulasi semakin ketat, posisinya sebagai pemimpin industri tetap tidak tergoyahkan.

Selain mengandalkan bisnis inti di sektor tambang, Rinehart juga активно melakukan diversifikasi investasi ke sektor lain yang berpotensi tumbuh di masa depan. Ia meningkatkan investasinya di logam tanah jarang yang kini semakin dibutuhkan dalam industri teknologi dan energi bersih. Tak hanya itu, ekspansi ke sektor gas dan peternakan juga memperkuat portofolio bisnisnya, sehingga sumber kekayaannya tidak hanya bergantung pada satu sektor saja.

2. Harry Triguboff menguasai pasar properti Australia

Harry Triguboff
Harry Triguboff (forbes.com)

Harry Triguboff berhasil mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya kedua di Australia dengan kekayaan mencapai 22,6 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp350 triliun. Ia merupakan sosok di balik kesuksesan Meriton, perusahaan pengembang properti terbesar di Australia yang fokus pada pembangunan apartemen. Keberhasilannya tidak lepas dari kemampuannya membaca perubahan tren hunian di masyarakat sejak beberapa dekade lalu.

Saat banyak pengembang masih fokus pada rumah tapak, Triguboff justru melihat potensi besar dari hunian vertikal di kota-kota besar seperti Sydney. Keputusan ini terbukti tepat karena permintaan apartemen terus meningkat seiring pertumbuhan populasi urban. Hingga kini, bisnisnya terus berekspansi ke berbagai wilayah seperti Queensland, sehingga memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri properti Australia.

3. Andrew Forrest memperluas bisnis ke energi masa depan

Andrew Forrest
Andrew Forrest (forbes.com)

Andrew Forrest menempati posisi ketiga dalam daftar orang terkaya di Australia dengan kekayaan sekitar 20,1 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp311 triliun. Ia adalah pendiri Fortescue Metals Group yang awalnya fokus pada produksi bijih besi, tetapi kini mulai bertransformasi menjadi perusahaan energi hijau. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan tren global yang semakin mengarah pada keberlanjutan.

Transformasi bisnis ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan nilai perusahaannya di pasar. Selain itu, Forrest juga активно berinvestasi di sektor energi terbarukan dan sumber daya lain yang ramah lingkungan. Di luar bisnis, ia dikenal aktif dalam kegiatan filantropi melalui Minderoo Foundation yang mendukung berbagai isu sosial seperti kesetaraan gender dan aksi iklim, sehingga memberikan dampak luas bagi masyarakat.

4. Cliff Obrecht dan Melanie Perkins membangun Canva mendunia

Cliff Obrecht dan Melanie Perkins
Cliff Obrecht dan Melanie Perkins (forbes.com)

Cliff Obrecht dan Melanie Perkins berhasil masuk dalam jajaran orang terkaya di Australia berkat kesuksesan Canva, dengan kekayaan gabungan mencapai 15,1 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp234 triliun. Canva sendiri merupakan platform desain grafis yang sangat populer dan digunakan oleh ratusan juta pengguna di seluruh dunia. Kesuksesan ini menunjukkan bahwa sektor teknologi juga memiliki peran besar dalam menciptakan miliarder baru.

Perjalanan mereka tidak selalu mulus karena pada awalnya banyak investor meragukan potensi perusahaan yang berbasis di Australia. Namun, inovasi yang mereka tawarkan mampu menjawab kebutuhan pasar global akan desain yang mudah diakses. Selain itu, komitmen mereka untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaan melalui Canva Foundation juga menjadi nilai tambah yang menunjukkan bahwa kesuksesan bisnis dapat berjalan beriringan dengan kontribusi sosial.

5. Anthony Pratt mengembangkan bisnis ramah lingkungan

Anthony Pratt
Anthony Pratt (forbes.com)

Anthony Pratt menempati posisi kelima dalam daftar orang terkaya di Australia dengan kekayaan sebesar 11,5 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp178 triliun. Ia memimpin Visy, perusahaan pengemasan dan daur ulang yang telah berkembang menjadi salah satu pemain besar di industri tersebut. Bisnis ini berawal dari usaha keluarga dan terus berkembang hingga memiliki jangkauan internasional.

Selain Visy, Pratt juga mengembangkan Pratt Industries di Amerika Serikat yang menjadi produsen kardus bergelombang terbesar di sana. Fokusnya pada bisnis daur ulang membuat perusahaannya semakin relevan di tengah meningkatnya kesadaran global terhadap isu lingkungan. Dengan strategi bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan, kekayaannya pun terus mengalami pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun.

Secara keseluruhan, daftar orang terkaya di Australia tahun 2026 menunjukkan bahwa sektor tambang, properti, teknologi, dan industri ramah lingkungan masih menjadi tulang punggung ekonomi negara tersebut. Meskipun dunia menghadapi berbagai tantangan global, para miliarder ini mampu beradaptasi dengan perubahan dan memanfaatkan peluang yang ada. Dari kisah mereka, kamu bisa belajar bahwa inovasi, visi jangka panjang, dan diversifikasi bisnis menjadi kunci utama dalam membangun dan mempertahankan kekayaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More