Jakarta, IDN Times – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjadi salah satu institusi penting dalam pelaksanaan agenda ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selama dua tahun terakhir.
Sejak Oktober 2024, pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diarahkan untuk membiayai program prioritas pemerintah sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan kesehatan fiskal.
Dalam periode tersebut, Kemenkeu menjalankan sejumlah kebijakan penting, mulai dari efisiensi belanja negara pada awal 2025, pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani Indrawati kepada Purbaya Yudhi Sadewa, hingga penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di perbankan untuk mendorong aktivitas ekonomi.
Memasuki 2026, pengelolaan fiskal kembali menghadapi tantangan untuk menjaga penerimaan negara, mempercepat realisasi belanja, serta memastikan pembiayaan program prioritas berjalan sesuai target. Pada September 2026, kepemimpinan Kemenkeu kembali berganti setelah Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya.
Berikut kilas balik kebijakan dan perkembangan Kemenkeu selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
