Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kredit BNPL Tembus Rp31,41 Triliun, Tumbuh 29,10 Persen di Agustus

2 min read
Kredit BNPL Tembus Rp31,41 Triliun, Tumbuh 29,10 Persen di Agustus
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae. (dok. YouTube OJK)
  • Baki debet kredit BNPL perbankan mencapai Rp31,41 triliun pada Agustus 2026, setara 0,34 persen total kredit, tumbuh 29,10 persen secara tahunan.
  • Jumlah rekening BNPL meningkat menjadi sekitar 34 juta pada Agustus 2026 dari 33,50 juta pada Juli, sementara kredit perbankan tumbuh 13,65 persen menjadi Rp9.178 triliun.
  • DPK tumbuh 10,94 persen menjadi Rp10.413 triliun; likuiditas, kualitas kredit, profitabilitas, dan permodalan perbankan tetap terjaga dengan rasio di atas batas ketentuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit buy now pay later (BNPL) perbankan masih tumbuh tinggi hingga Agustus 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, baki debet kredit BNPL yang tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) mencapai Rp31,41 triliun pada Agustus 2026.

“Per Agustus 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK adalah sebesar Rp31,41 triliun,” kata Dian dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) September 2026, Senin (5/10/2026).

  1. 1. Kredit BNPL tumbuh 29,10 persen

    ilustrasi paylater (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
    ilustrasi paylater (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

    Dian menjelaskan, nilai tersebut setara dengan 0,34 persen dari total kredit perbankan. Meski porsinya masih relatif kecil, kredit BNPL tumbuh 29,10 persen secara tahunan (year on year/yoy).

    Namun, pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 31,22 persen secara tahunan.

    “Di mana sebelumnya tercatat sebesar 31,22 persen year on year,” kata Dian.

  2. 2. Jumlah rekening BNPL mencapai sekitar 34 juta rekening

    ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
    ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)

    Sementara itu, jumlah rekening BNPL justru terus meningkat. Pada Agustus 2026, jumlah rekening BNPL mencapai sekitar 34 juta rekening, naik dari Juli 2026 yang tercatat sekitar 33,50 juta rekening.

    Sementara itu, kredit perbankan secara keseluruhan tumbuh 13,65 persen secara tahunan menjadi Rp9.178 triliun pada Agustus 2026. Pertumbuhan tersebut meningkat tipis dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 13,58 persen secara tahunan, dengan total kredit Rp9.135 triliun.

  3. 3. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 10,94 persen yoy

    Ilustrasi cadangan devisa (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi cadangan devisa (IDN Times/Arief Rahmat)

    Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 10,94 persen yoy dibandingkan Juli 2026 11,21 persen (yoy) menjadi Rp10.413 triliun.

    Pertumbuhan tertinggi pada deposito sebesar 13,10 persen yoy, diikuti giro dan tabungan masing-masing sebesar 9,82 persen yoy dan 9,56 persen yoy.

    Likuiditas perbankan di level yang memadai dengan Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar persen 102,31 persen dan 23,04 persen, masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

    "Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 187,1 persen," tegasnya.

    Kualitas kredit terjaga dengan rasio NPL gross di level 2,11 persen dan NPL net sebesar 0,84 persen.

    "Loan at Risk (LaR) tercatat sebesar 8,56 persen. Dari sisi kinerja profitabilitas, ROA bank di level 2,43 persen. Ketahanan perbankan tercatat kuat dengan buffer mitigasi risiko yang memadai, tecermin dari CAR sebesar 24,10 persen," tegasnya.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More