Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kredit Perbankan Tumbuh 13,26 Persen, Kredit Investasi Jadi Andalan

2 min read
Kredit Perbankan Tumbuh 13,26 Persen, Kredit Investasi Jadi Andalan
ilustrasi bank, perbankan, internet banking (vecteezy.com/6428W Digital Art)
  • Kredit perbankan tumbuh 13,26 persen secara tahunan hingga September 2026, ditopang kredit investasi yang naik 23,20 persen dan modal kerja 11,89 persen.
  • BI menilai pertumbuhan kredit mencerminkan perbaikan sektor riil dan peningkatan permintaan pembiayaan produktif dari swasta serta dunia usaha.
  • Kredit industri pengolahan, pertambangan, konstruksi, dan pengangkutan tumbuh positif; BI melihat penyaluran kredit ke depan didukung kinerja korporasi, kapasitas bank, dan ketahanan sektor keuangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan tetap kuat hingga September 2026, yakni sebesar 13,26 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kredit investasi dan kredit modal kerja yang masih tumbuh tinggi.

Deputi Gubernur BI Solikin M. Juhro mengatakan, kuatnya pertumbuhan kedua jenis kredit tersebut memiliki pertumbuhan masing-masing 23,20 persen (yoy), 11,89 persen (yoy). Laju ini menunjukkan adanya perbaikan aktivitas sektor riil, termasuk geliat dunia usaha yang mulai meningkat.

Menurutnya, pertumbuhan kredit ke sektor swasta juga menunjukkan perkembangan positif. Kondisi ini mengindikasikan permintaan pembiayaan untuk kegiatan produktif masih terjaga.

“Ini menunjukkan bahwa memang ada perbaikan-perbaikan dan juga geliat di sektor riil. Ini memang menjadi hal yang positif,” ujar Solikin dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI periode Oktober 2026, Rabu (21/10/2026).

Berdasarkan sektornya, pertumbuhan kredit antara lain ditopang oleh industri pengolahan yang tumbuh 14,6 persen secara tahunan. Kredit ke sektor pertambangan tumbuh 15,1 persen, konstruksi sebesar 10,6 persen, serta pengangkutan sebesar 13,4 persen.

Solikin menilai, sektor-sektor tersebut berpotensi terus menjadi penopang pertumbuhan kredit ke depan. Pasalnya, permintaan pembiayaan dari sektor produktif masih terbuka, seiring dengan membaiknya kinerja korporasi.

"Apakah sektor ini bakal menjadi penopang? ya tentunya, karena memang ini kita melihat peluang demand kredit dari sektor produktif tersebut masih tinggi jadi kalau kita lihat ini ditopang oleh kinerja korporasi-korporasi yang juga udah mulai membaik," ujarnya.

Selain dari sisi permintaan, Solikin mengatakan, kemampuan perbankan dalam menyalurkan kredit ke sektor-sektor tersebut juga masih terjaga.

Dengan demikian, fungsi intermediasi perbankan diperkirakan terus membaik ke depan. BI juga menilai prospek penyaluran kredit tetap didukung oleh ketahanan sektor keuangan yang terjaga.

    Share Article
    Editorial Team

    Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

    Related Articles

    See More