Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kredit UMKM BRI Tembus Rp1.211 Triliun, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
Gedung BRI. (Dok. BRI)
  • Hingga kuartal I-2026, kredit UMKM BRI mencapai Rp1.211 triliun, menjadikannya bank dengan penyaluran kredit UMKM terbesar di Indonesia.
  • BRI menggabungkan pembiayaan dengan pemberdayaan untuk meningkatkan kapasitas, pasar, dan daya saing UMKM melalui ekosistem usaha produktif.
  • Per Juni 2026, Desa BRILiaN menjangkau lebih dari 5.000 desa, LinkUMKM digunakan 17,3 juta pelaku, dan 54 Rumah BUMN menggelar lebih dari 18.000 pelatihan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
akhir kuartal I-2026

Portofolio kredit UMKM BRI mencapai sekitar Rp1.211 triliun, menjadikannya bank dengan penyaluran kredit UMKM terbesar di Indonesia.

Juni 2026

Program Desa BRILiaN menjangkau lebih dari 5.000 desa, sementara LinkUMKM dimanfaatkan lebih dari 17,3 juta pelaku UMKM.

13 Agustus 2026

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan pemberdayaan UMKM menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, dan mendorong pelaku usaha naik kelas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Portofolio kredit UMKM BRI mencapai sekitar Rp1.211 triliun pada akhir kuartal I-2026, disertai program pemberdayaan, pelatihan, pengembangan desa, klaster usaha, dan akses digital bagi pelaku UMKM.
  • Who?
    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, pelaku UMKM, serta Danantara Indonesia terlibat dalam penguatan pembiayaan dan pemberdayaan usaha.
  • Where?
    Program pemberdayaan BRI berjalan di berbagai wilayah Indonesia, mencakup lebih dari 5.000 desa, 54 Rumah BUMN di berbagai daerah, serta platform digital LinkUMKM.
  • When?
    Kredit UMKM tercatat hingga akhir kuartal I-2026. Capaian Desa BRILiaN dan LinkUMKM dihimpun hingga Juni 2026, sementara pernyataan Akhmad disampaikan pada Kamis, 13 Agustus 2026.
  • Why?
    BRI memperkuat pembiayaan dan pemberdayaan agar pelaku UMKM memperoleh akses modal, meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, naik kelas, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
  • How?
    BRI menyalurkan kredit UMKM dan menjalankan Desa BRILiaN, Klasterku Hidupku, LinkUMKM, serta pelatihan melalui Rumah BUMN untuk memperluas akses pasar, kemitraan, layanan keuangan, dan pengembangan usaha.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
BRI memberi pinjaman untuk usaha kecil sampai Rp1.211 triliun pada awal 2026. BRI juga membantu orang-orang usaha belajar dan menjual lebih banyak. Programnya sudah sampai di ribuan desa. Banyak orang memakai LinkUMKM. Sekarang BRI ingin usaha kecil jadi lebih kuat dan makin besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penyaluran kredit yang dipadukan dengan pemberdayaan menunjukkan upaya BRI membangun dukungan UMKM secara lebih menyeluruh. Jangkauan program desa, klaster komunitas, platform digital, dan pelatihan membuka ruang bagi pelaku usaha untuk mengakses pembiayaan, mengembangkan kapasitas, serta memperluas pasar, termasuk di berbagai wilayah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus memperkuat pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus mendorong pelaku usaha untuk naik kelas.

Hingga akhir kuartal I-2026, portofolio kredit UMKM BRI mencapai sekitar Rp1.211 triliun. Angka tersebut menjadikan BRI sebagai bank dengan penyaluran kredit UMKM terbesar di Indonesia.

1. Pemberdayaan jadi kunci agar pelaku usaha punya akses pembiayaan

Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, mengatakan, sebagai bagian dari Danantara Indonesia, BRI tidak hanya menjalankan fungsi intermediasi melalui penyaluran kredit, tetapi juga memperkuat pemberdayaan UMKM.

“Pemberdayaan merupakan kunci agar pelaku usaha tidak hanya memiliki akses terhadap pembiayaan, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, naik kelas, dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Akhmad dalam keterangan resmi, Kamis (13/8/2026).

Menurut dia, strategi BRI diarahkan untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih produktif dan berdaya saing. Dengan demikian, pembiayaan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas usaha.

2. Program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.000 desa

ilustrasi warung agen BRILink di situs BRI (bri.co.id)

Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.000 desa di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut ditujukan untuk memperkuat potensi ekonomi sekaligus mendorong pengembangan usaha berbasis desa.

BRI juga mencatat program Klasterku Hidupku telah membina lebih dari 43.337 klaster usaha. Program ini dikembangkan untuk membangun ekosistem usaha produktif berbasis komunitas.

3. Platform LinkUMKM sudah dimanfaatkan lebih dari 17,3 juta pelaku UMKM

ilustrasi aplikasi BRIMo (bri.co.id)

Sementara itu, di sisi digital, BRI terus memperluas akses UMKM melalui platform LinkUMKM. Hingga Juni 2026, platform tersebut telah dimanfaatkan lebih dari 17,3 juta pelaku UMKM.

Melalui platform tersebut, pelaku UMKM dapat memperluas akses pasar, membangun kemitraan bisnis, serta memperoleh layanan keuangan dan pengembangan usaha.

Sementara itu, penguatan kapasitas pelaku UMKM juga dilakukan melalui 54 rumah BUMN yang tersebar di berbagai daerah. BRI mencatat telah menyelenggarakan lebih dari 18.000 pelatihan dengan jumlah UMKM terdaftar mencapai sekitar 596.000 pelaku usaha.

Akhmad menegaskan, kombinasi antara pembiayaan dan pemberdayaan menjadi strategi BRI dalam membangun UMKM yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

“Melalui berbagai program tersebut, kami berharap pelaku UMKM tidak hanya memperoleh akses permodalan, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan tumbuh secara berkelanjutan,” kata dia.

Langkah tersebut juga sejalan dengan komitmen Danantara Indonesia dalam mendorong investasi berdampak atau impact investment. Fokusnya tidak hanya pada penciptaan nilai ekonomi, tetapi juga nilai tambah sosial bagi masyarakat melalui penguatan sektor produktif.

Curated For You

Editorial Team

Related Article