ilustrasi aplikasi BRIMo (bri.co.id)
Sementara itu, di sisi digital, BRI terus memperluas akses UMKM melalui platform LinkUMKM. Hingga Juni 2026, platform tersebut telah dimanfaatkan lebih dari 17,3 juta pelaku UMKM.
Melalui platform tersebut, pelaku UMKM dapat memperluas akses pasar, membangun kemitraan bisnis, serta memperoleh layanan keuangan dan pengembangan usaha.
Sementara itu, penguatan kapasitas pelaku UMKM juga dilakukan melalui 54 rumah BUMN yang tersebar di berbagai daerah. BRI mencatat telah menyelenggarakan lebih dari 18.000 pelatihan dengan jumlah UMKM terdaftar mencapai sekitar 596.000 pelaku usaha.
Akhmad menegaskan, kombinasi antara pembiayaan dan pemberdayaan menjadi strategi BRI dalam membangun UMKM yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
“Melalui berbagai program tersebut, kami berharap pelaku UMKM tidak hanya memperoleh akses permodalan, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan tumbuh secara berkelanjutan,” kata dia.
Langkah tersebut juga sejalan dengan komitmen Danantara Indonesia dalam mendorong investasi berdampak atau impact investment. Fokusnya tidak hanya pada penciptaan nilai ekonomi, tetapi juga nilai tambah sosial bagi masyarakat melalui penguatan sektor produktif.