Warga Palestina dievakuasi akibat serangan udara, penembakan artileri, dan tembakan senjata api oleh pasukan Israel di Jalur Gaza. (x.com/WHO in occupied Palestinian territory)
Setidaknya 6 warga Palestina terbunuh dan sejumlah lainnya terluka dalam serangan Israel di Jalur Gaza pada Minggu (17/5/2026), meski gencatan senjata masih berlaku. Menurut sumber medis dan saksi mata, serangan udara drone Israel menargetkan beberapa lokasi di Deir al-Balah, Khan Younis, dan Kota Gaza.
Tiga orang dilaporkan tewas di dekat pusat distribusi makanan di Deir al-Balah, sementara korban lainnya jatuh akibat serangan dan tembakan di Khan Younis serta di lingkungan Zeitoun di Kota Gaza. Sumber medis juga melaporkan 9 orang terluka dalam serangan drone Israel di dekat Rumah Sakit Al-Quds, kawasan Tel al-Hawa, Kota Gaza.
Di sisi lain, saksi mata menyebut kendaraan militer Israel memasuki wilayah Bani Suheila di timur Khan Younis, disertai tembakan dan artileri. Pasukan Israel dilaporkan memindahkan blok beton penanda 'Garis Kuning' lebih jauh ke barat, memperluas area yang berada di bawah kendali militer Israel, sedangkan buldoser militer merobohkan sejumlah rumah di kawasan kantong tersebut.
Garis Kuning merupakan batas penarikan pasukan Israel di Gaza dalam kerangka rencana penghentian perang yang diumumkan Presiden AS Donald Trump. Menurut otoritas kesehatan Gaza, lebih dari 72 ribu warga Palestina telah terbunuh sejak perang dimulai pada Oktober 2023. Meski gencatan senjata berlaku sejak 10 Oktober 2025, serangan Israel dilaporkan terus berlanjut, dengan lebih dari 871 orang tewas dan 2.562 lainnya terluka selama periode tersebut, Anadolu Agency melaporkan.