Menurut Kemenkes Lebanon, dari 3.020 orang yang tewas, 292 di antaranya merupakan perempuan, sedangkan 211 lainnya merupakan anak-anak. Jumlah itu tidak termasuk pasukan Hizbullah yang juga tewas imbas serangan Israel.
Korban Tewas di Lebanon akibat Ulah Israel Capai 3.020 Orang

- Kemenkes Lebanon melaporkan 3.020 korban tewas akibat serangan Israel, termasuk 292 perempuan dan 211 anak-anak, tidak termasuk pasukan Hizbullah yang juga menjadi target.
- Israel tetap melancarkan serangan ke Lebanon selatan meski gencatan senjata telah diperpanjang 45 hari setelah negosiasi damai tahap ketiga di Washington D.C.
- Negosiasi damai tahap keempat antara Israel dan Lebanon dijadwalkan pada awal Juni untuk mendorong perdamaian permanen serta pengakuan kedaulatan masing-masing negara.
1. Israel mengklaim sudah menewaskan lebih dari 150 anggota Hizbullah

Berdasarkan laporan Reuters pada 4 Mei lalu, ada ribuan pasukan Hizbullah yang tewas imbas serangan Israel di Lebanon. Namun, Hizbullah membantah bahwa ribuan pasukannya tewas akibat diserang Israel.
Pada April lalu, Israel pernah mengklaim mereka berhasil membunuh lebih dari 150 anggota Hizbullah sejak mulai menyerang Lebanon pada 2 Maret. Namun, jumlah tersebut diperkirakan sudah bertambah. Sebab, hingga saat ini, Israel masih menyerang Hizbullah di Lebanon.
Serangan terbaru terjadi pada Senin. Kala itu, Israel meluncurkan serangan terbaru ke Lebanon selatan untuk membasmi Hizbullah. Serangan itu dilaporkan menewaskan setidaknya tujuh orang.
2. Serangan terjadi di saat Israel dan Lebanon memperpanjang gencatan senjata

Semua serangan tadi dilakukan Israel di saat mereka sudah menyepakati gencatan dengan Lebanon. Sebab, gencatan senjata Israel dan Lebanon kini sudah diperpanjang lagi selama 45 hari.
Kesepakatan itu diraih usai Israel dan Lebanon melakukan negosiasi damai tahap ketiga di Gedung Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Amerika Serikat, Washington D.C., pada Kamis (14/5/2026) dan Jumat (15/5/2026).
"Gencatan senjata pada 16 April akan diperpanjang selama 45 hari untuk memungkinkan kemajuan lebih lanjut," kata Juru Bicara Kemlu AS, Tommy Pigott, dalam sebuah unggahan di laman X pada Jumat.
3. Negosiasi damai tahap keempat Israel-Lebanon bakal digelar pada Juni

Menurut Pigott, negosiasi perdamaian antara Israel dan Lebanon pada Kamis dan Jumat berjalan sangat ”positif dan produktif”. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa progres perdamaian antara Israel dan Lebanon berjalan mulus. Oleh karena itu, Pigott berharap negosiasi tersebut bisa menghasilkan perdamaian permanen antara kedua negara di kemudian hari.
“Kami berharap diskusi ini akan memajukan perdamaian abadi antara kedua negara, pengakuan penuh atas kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing, dan membangun keamanan sejati di sepanjang perbatasan bersama mereka,” ujar Pigott, seperti dilansir The Guardian.
Pigott menambahkan, negosiasi perdamaian antara Israel dan Lebanon masih akan berlanjut. Menurutnya, negosiasi Israel dan Lebanon bakal kembali digelar pada 2 sampai 3 Juni mendatang. Langkah ini bertujuan agar gencatan senjata yang sudah disepakati kedua negara bisa berubah menjadi kesepakatan perdamaian jangka panjang.


















