ilustrasi presentasi (freepik.com/DC Studio)
Mendapatkan suntikan modal memang bisa membuat startup terlihat lebih siap berkembang. Namun, menggalang dana terlalu cepat juga bisa membuatmu kehilangan fleksibilitas, terutama kalau bisnis sebenarnya belum membuktikan bahwa modelnya dapat berjalan. Ketika kamu mencari investor dalam kondisi sangat membutuhkan uang, posisi negosiasimu biasanya menjadi lebih lemah. Karena itu, sebisa mungkin jangan menjadikan pendanaan sebagai solusi pertama setiap kali startup menghadapi masalah.
Kamu bisa membangun bisnis secara bertahap dengan mengutamakan pelanggan, pendapatan, dan validasi produk terlebih dahulu. Ketika startup sudah menunjukkan bahwa produknya memang dibutuhkan pasar, modal tambahan dapat digunakan untuk mempercepat sesuatu yang sudah terbukti bekerja. Pendekatan ini juga membuatmu lebih disiplin dalam menggunakan uang sejak awal. Jadi, waktu terbaik untuk mencari pendanaan bukan ketika startup sedang kehabisan napas, melainkan ketika bisnis sudah memiliki fondasi yang membuat investor melihat adanya peluang pertumbuhan.
Ekonomi yang lesu memang bisa membuat banyak startup kesulitan bertahan. Namun, kondisi seperti ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mengetahui apakah bisnis yang kamu bangun benar-benar memiliki fondasi yang kuat. Fokus pada arus kas, menjaga tim tetap ramping, memanfaatkan teknologi, dan mengambil keputusan berdasarkan bukti bisa membantu startup melewati periode sulit. Kamu juga perlu membangun tim yang solid dan gak terburu-buru mencari pendanaan hanya karena ingin tumbuh lebih cepat.
Pada akhirnya, bertahan ketika pasar sedang sulit bukan berarti harus berhenti berkembang. Kamu hanya perlu lebih selektif menentukan bagian mana yang layak dipertahankan, dikembangkan, atau dihentikan. Kalau startup-mu mampu membangun bisnis yang sehat saat kondisi pasar sedang gak bersahabat, kamu akan punya fondasi yang jauh lebih kuat ketika ekonomi kembali membaik.