Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mata Uang Garuda Dibuka Lesu ke Rp17.095 per Dolar AS
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
  • Rupiah dibuka melemah ke Rp17.095 per dolar AS pada awal perdagangan Jumat, turun 5 poin atau 0,03 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
  • Mayoritas mata uang Asia turut melemah, termasuk baht Thailand, rupee India, won Korea, dan yen Jepang yang mencatat penurunan bervariasi.
  • Pengamat memproyeksi rupiah berpeluang menguat seiring pelemahan dolar AS akibat sentimen global dan potensi perdamaian Timur Tengah, dengan kisaran pergerakan Rp17.000–Rp17.100 per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah dibuka melemah pada awal perdagangan, Jumat (10/4/2026) pagi. Rupiah melemah ke level Rp17.095 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat melemah 5 poin atau atau 0,03 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Daftar mata uang di Asia yang melemah

Mayoritas mata uang di Asia bergerak melemah

  • Bath Thailand melemah 0,13 persen

  • Rupee India melemah 0,08 persen

  • Won Korea melemah 5,10 persen

  • Yen Jepang melemah 0,13 persen

2. Masih ada peluang rupiah menguat

Pengamat Pasar Uang, Lukman Leong memproyeksi rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan menguat dalam waktu dekat, seiring pelemahan mata uang Negeri Paman Sam yang dipicu oleh sentimen global.

"Harapan tercapainya perdamaian di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama. Upaya Israel untuk membuka pembicaraan damai dengan Lebanon dinilai mampu meredakan ketegangan geopolitik, sehingga menekan permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS," tegasnya.

3. Pergerakan rupiah diproyeksi di level Rp17 ribu hingga Rp17.100 per dolar AS

Meski demikian, penguatan rupiah diperkirakan tidak akan terlalu signifikan. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah, mengingat potensi gencatan senjata yang dinilai masih rapuh dan berisiko memicu kembali volatilitas pasar keuangan global.

"Dengan berbagai sentimen tersebut, pergerakan rupiah diproyeksikan berada dalam kisaran Rp17.000 hingga Rp17.100 per dolar AS dalam jangka pendek," tegasnya.

Editorial Team