Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menghadap Prabowo, Bos OJK Janji Berantas Pelanggar Pasar Modal

2 min read
Menghadap Prabowo, Bos OJK Janji Berantas Pelanggar Pasar Modal
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (14/7/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Friderica Widyasari Dewi melaporkan stabilitas sektor keuangan dan perkembangan pasar modal Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto.

  • OJK melanjutkan reformasi untuk memperkuat transparansi dan likuiditas, serta menegakkan hukum terhadap pelanggaran, termasuk coordinated trading.

  • OJK mencatat 32.000.700 SID investor ritel domestik dan berharap pasar modal menjadi pilihan investasi jangka panjang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi melaporkan perkembangan stabilitas sektor keuangan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dalam laporan tersebut, dia turut membahas kondisi pasar modal Indonesia dan kelanjutan agenda reformasi untuk memperkuat transparansi serta likuiditas. Dia memastikan reformasi pasar modal tetap berlanjut, termasuk melalui penegakan hukum terhadap pihak yang melakukan pelanggaran.

"Tadi kami melaporkan kepada Bapak Presiden terkait perkembangan terkini, tentu saja terkait dengan stabilitas sektor keuangan, terkhusus terkait dengan pasar modal Indonesia," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).

  1. 1. OJK lanjutkan reformasi pasar modal

    Mengelola emosi dan disiplin pada trading plan menjadi kunci utama investor muda dalam menghadapi fluktuasi harga saham di pasar modal.
    Mengelola emosi dan disiplin pada trading plan menjadi kunci utama investor muda dalam menghadapi fluktuasi harga saham di pasar modal. (Pexels/Burak The Weekender)

    Friderica menyampaikan OJK akan meneruskan reformasi pasar modal dengan menitikberatkan pada peningkatan transparansi dan likuiditas. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas pasar modal Indonesia.

    Reformasi tersebut sejalan dengan agenda OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan lembaga terkait untuk memperkuat keterbukaan informasi serta meningkatkan kepercayaan investor.

    "Kami juga sampaikan kepada beliau dan kami menyampaikan akan meneruskan reformasi pasar modal terkait dengan peningkatan transparansi, kemudian likuiditas," ujar dia.

  2. 2. OJK perkuat penindakan terhadap pelanggaran

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada penutupan perdagangan Rabu, (24/6/2026) usai pengumuman terbaru MSCI Inc.
    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada penutupan perdagangan Rabu, (24/6/2026) usai pengumuman terbaru MSCI Inc. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Selain transparansi dan likuiditas, OJK menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak yang melanggar ketentuan pasar modal, termasuk praktik coordinated trading. Penindakan tersebut diarahkan untuk menjaga kredibilitas dan integritas pasar modal. OJK juga berharap sanksi terhadap pelanggar dapat memberikan efek jera sehingga pelanggaran serupa tidak terulang.

    Komitmen penegakan hukum itu muncul di tengah sorotan terhadap transparansi dan praktik perdagangan saham di Indonesia. Pada 16 Oktober 2026, OJK mengumumkan sanksi atas pelanggaran perdagangan saham yang berkaitan dengan tiga emiten. Emiten tersebut adalah Barito Renewables Energy (BREN), Dian Swastatika Sentosa (DSSA), dan Petrindo Jaya (CUAN). Sanksi dijatuhkan kepada pihak terkait, bukan kepada ketiga perusahaan tersebut.

    "Kita akan semakin terus menegakkan kredibilitas, integritas, dan juga terus melakukan enforcement terhadap berbagai pelanggaran yang telah terjadi dan ini harapannya menimbulkan efek jera," tegas dia.

  3. 3. OJK ingin pasar modal lebih transparan dan likuid

    Layar papan perdagangan di BEI menunjukkan IHSG menguat
    Layar papan perdagangan di BEI menunjukkan IHSG menguat, Jumat (30/1/2026). (IDN Times/Pitoko)

    OJK berharap reformasi yang berlanjut dapat membuat pasar modal Indonesia semakin likuid dan transparan, sekaligus menjadi pilihan investasi jangka panjang bagi investor asing maupun domestik. Friderica juga menyoroti jumlah investor ritel domestik yang disebut telah mencapai 32.000.700 Single Investor Identification (SID).

    "Tentu saja ini juga menaruh harapan besar untuk pasar modal Indonesia ke depan bisa menjadi tempat investasi untuk jangka panjang yang baik untuk masyarakat Indonesia," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More