Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menhub: Banyak Penumpang Kapal Merak-Bakauheni Batalkan Perjalanan
Penampakan kapal Ferry melayani lintasan penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni. (Dok. ASDP).
  • Banyak calon penumpang rute Merak-Bakauheni membatalkan perjalanan akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
  • Operasional penyeberangan Merak-Bakauheni yang dikelola ASDP masih normal, tetapi jumlah penumpang menurun sehingga Kemenhub belum mengarahkan penambahan kapal.
  • ASDP terus memantau aktivitas erupsi dan akan menyesuaikan operasional bila kondisi mengganggu keselamatan pelayaran atau layanan, sesuai arahan instansi berwenang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengatakan banyak calon penumpang kapal penyeberangan rute Merak-Bakauheni membatalkan perjalanannya. Keputusan itu dipengaruhi sebaran abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Dengan kondisi erupsi anak Gunung Krakatau, banyak penumpang yang sepertinya membatalkan penyeberangannya dari Merak ke Bakauheni ataupun sebaliknya,” kata Dudy dalam konferensi pers virtual, Minggu (6/9/2026).

1. Operasional penyeberangan Merak-Bakauheni tetap normal

Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. (Dok. ASDP Bakauheni).

Padahal, Dudy mengatakan, untuk saat ini aktivitas penyeberangan Merak-Bakauheni yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tetap normal.

“Sampai sejauh ini penyeberangan belum terdampak,” tutur Dudy.

2. Jumlah penumpang menurun

ASDP Buka Pemesanan Tiket Nataru 2025/2026 melalui Aplikasi Ferizy. (Dok/Istimewa).

Akibat pembatalan itu, Dudy mengatakan jumlah penumpang kapal penyeberangan Merak-Bakauheni dan sebaliknya menurun. Oleh sebab itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak mengarahkan ASDP untuk menambah kapal operasional.

“Karena kecenderungan penumpang saat ini justru malah menurun,” ujar Dudy.

3. ASDP siaga

Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni. (dok. ASDP Indonesia Ferry)

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale mengatakan hingga saat ini, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan berpotensi menjadi ancaman bahaya karena adanya aliran lava yang dapat disertai lontaran batu pijar.

ASDP akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Apabila terdapat perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran maupun kelancaran layanan, perusahaan akan melakukan penyesuaian operasional sesuai rekomendasi dan arahan dari instansi berwenang,” tutur Windy.

Curated For You

Editorial Team

Related Article