Menperin Baru Bakal Bahas Wacana BUMN Tekstil dengan Danantara

Sarmuji akan membahas penguatan industri tekstil dan kemungkinan pembentukan BUMN khusus bersama BPI Danantara.
Bentuk BUMN tekstil belum diputuskan, sementara Danantara juga mempertimbangkan pengembangan perusahaan tekstil yang sudah ada.
Kemenperin menyiapkan koordinasi lintas kementerian untuk mendukung industri padat karya, insentif, serta kebijakan impor.
Jakarta, IDN Times - Menteri Perindustrian (Menperin) Sarmuji akan membahas rencana penguatan industri tekstil, termasuk kemungkinan pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) khusus tekstil, bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Sarmuji mengatakan, bentuk BUMN yang akan menangani sektor tekstil belum diputuskan oleh pemerintah. Dia menyebut, pembahasan lebih lanjut perlu dilakukan bersama Danantara.
"Kalau itu pembicaraan selanjutnya lah. Nanti seperti apa yang bisa diusahakan ya, apakah perlu ada BUMN khusus, nanti tentu harus kita bicarakan sama-sama dengan Danantara," kata Sarmuji saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
1. Industri padat karya jadi perhatian

ilustrasi para pekerja di sebuah pabrik tekstil yang fokus pada produksi (pexels.com/EqualStock IN) Sarmuji mengatakan, pertumbuhan industri, terutama yang menyerap banyak tenaga kerja, menjadi salah satu perhatiannya sebagai Menperin yang baru. Dia menyebut tekstil dan alas kaki sebagai contoh industri yang perlu mendapat perhatian.
"Yang lain, barangkali yang kita perlu concern adalah tumbuhnya industri, terutama industri yang menyerap lapangan kerja, misalkan industri tekstil, industri alas kaki, dan lain sebagainya, itu harus kita concern betul," ujar dia.
2. Dorong koordinasi dengan kementerian lain

Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji dorong koalisi permanen bukan hanya selesai lima tahun. (IDN Times/Amir Faisol) Sarmuji mengatakan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tidak bisa bekerja sendiri karena sektor industri berkaitan dengan banyak sektor lainnya. Dia menyebut koordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) diperlukan untuk sektor hulu. Sementara dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pemerintah perlu membahas insentif bagi industri agar dapat tumbuh lebih tinggi.
Sarmuji juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) terkait kebijakan impor. Dia meminta agar barang yang masih bisa diproduksi di dalam negeri tidak terlalu bebas masuk melalui impor.
"Dan tentu kita akan melapor, minta arahan, baik kepada Presiden maupun kepada Menko kita," tutur Sarmuji.
3. Danantara ungkap kelanjutan wacana BUMN tekstil

Menteri Investasi dan Hilirisasi/BPKM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani. (IDN Times/Ilman Nafi'an) Wacana BPI Danantara terkait pembentukan BUMN di sektor tekstil masih terbuka. Namun, CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan pihaknya tidak hanya mempertimbangkan pembangunan perusahaan tekstil baru.
Danantara juga melihat sejumlah perusahaan yang sudah ada dan dinilai berpotensi dikembangkan, dengan melihat kondisi mesin dan teknologi yang digunakan.
"Kita sudah sepakat untuk membangun yang tidak hanya yang baru, tetapi kita juga akan melihat apabila ada beberapa perusahaan tekstil yang berpotensi untuk kita kembangkan," katanya dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















