Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mentan Ungkap Sejumlah Pemimpin Negara Minta Prabowo Impor Beras
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Sejumlah pemimpin negara meminta Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia kembali mengimpor beras, termasuk pembelian 200 ribu ton.

  • Pemerintah menolak permintaan impor karena Amran menilai kebijakan itu dapat merugikan dan mengurangi dorongan petani meningkatkan produksi.

  • Indonesia tidak mengimpor beras pada 2025, sementara Amran menyebut harga beras dunia turun dari sekitar Rp11 ribu menjadi Rp5 ribu per kilogram.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2023-2024

Impor beras Indonesia disebut mencapai sekitar 7 juta ton.

2025

Indonesia tidak melakukan impor beras. Menurut Amran, berhentinya permintaan dari Indonesia berdampak pada negara eksportir beras.

Selasa (22/9/2026)

Amran menyampaikan sejumlah pemimpin negara meminta Indonesia kembali mengimpor beras dalam konferensi pers di Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sejumlah pemimpin negara meminta Indonesia kembali mengimpor beras, termasuk membeli 200 ribu ton.
  • Who?
    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Presiden Prabowo Subianto, dan sejumlah pemimpin negara.
  • Where?
    Konferensi pers berlangsung di Kantor Pusat Bea dan Cukai, Jakarta.
  • When?
    Selasa (22/9/2026).
  • Why?
    Indonesia menolak karena Amran menilai impor dapat merugikan dan mendemotivasi petani dalam negeri.
  • How?
    Permintaan disampaikan saat Amran mendampingi Prabowo dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin negara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemimpin dari beberapa negara meminta Pak Prabowo membeli beras dari luar negeri. Pak Amran ikut menemani Pak Prabowo saat mereka bertemu. Pak Amran bilang Indonesia tidak setuju karena petani bisa sedih dan tidak semangat. Sekarang Indonesia tetap tidak membuka impor beras dan menjaga swasembada beras.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mempertahankan swasembada beras memberi ruang bagi petani dalam negeri untuk tetap terdorong meningkatkan produksi, sebagaimana alasan yang disampaikan Amran saat menolak impor. Capaian swasembada dalam satu tahun juga disebut telah diakui FAO, sementara penghentian impor dikaitkan Amran dengan turunnya harga beras dunia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan sejumlah pemimpin negara meminta Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia kembali mengimpor beras. Salah satunya bahkan meminta Indonesia membeli beras sebanyak 200 ribu ton.

Menurut Amran, permintaan tersebut disampaikan saat dirinya mendampingi Prabowo dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin negara.

"Nah, saat kami mendampingi Bapak Presiden, beberapa pemimpin negara minta kepada Bapak Presiden itu untuk mengekspor. Bahkan hanya 200 ribu ton diminta," katanya dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bea dan Cukai, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

1. Amran sebut impor bisa demotivasi petani

Petani di Desa Karangmojo, Kecamatan Kartoharjo Magetan tengah memanen padi. IDN Times/Riyanto.

Amran mengatakan Indonesia tidak menyetujui permintaan tersebut karena impor beras dinilai dapat merugikan petani dalam negeri. Menurutnya, jumlah petani Indonesia yang bisa terdampak mencapai sekitar 115 juta orang.

Dia menilai masuknya beras impor dapat membuat petani kehilangan dorongan untuk meningkatkan produksi. Karena itu, pemerintah memilih mempertahankan kondisi swasembada beras dan tidak kembali membuka impor.

"Kami sampaikan kepada Bapak Presiden, "Pak, ini tidak mungkin." Karena ini melukai petani Indonesia, 115 juta orang. Karena petani demotivasi kalau kita impor," ujar dia.

2. RI tak impor beras sejak 2025

Ribuan beras impor akan penuhi kebutuhan warga Kalbar. (IDN Times/Teri).

Amran menyebut Indonesia sebelumnya menjadi salah satu importir beras terbesar di dunia. Pada 2023-2024, impor beras Indonesia disebut mencapai sekitar 7 juta ton.

Namun, pada 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras. Kondisi tersebut, menurut Amran, berdampak pada negara-negara eksportir beras seperti Thailand, Vietnam, India, dan Pakistan karena permintaan dari Indonesia berhenti.

Di sisi lain, dia mengatakan Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target empat tahun yang diberikan kepada pemerintah. Capaian produksi tersebut disebut telah diakui oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

"Alhamdulillah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden, Bapak Prabowo, kita diminta swasembada empat tahun, tapi kita raih dalam waktu satu tahun. Dan ini adalah tercepat sepanjang sejarah," tuturnya.

3. Harga beras dunia turun jadi Rp5.000 per Kg

ilustrasi beras (unsplash.com/Emma Miller)

Amran mengatakan penghentian impor Indonesia juga berdampak pada harga beras dunia. Dia menyebut harga beras yang sebelumnya berada di level 660 dolar AS per ton turun menjadi 368 dolar AS per ton.

Jika dikonversi ke harga per kilogram, Amran menyebut harga beras dunia turun dari sekitar Rp11 ribu menjadi Rp5 ribu per kilogram.

"Ada lagi yang mengatakan yang tidak paham beras, "Lho, negara lain harga beras Rp5 ribu." Iya, karena Indonesia tidak impor. Dulu impor harganya Rp11 ribu, Rp12 ribu. Sekarang turun, karena Indonesia tidak impor," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article