Meta Larang Iklan ByteDance-TikTok di 7 Negara, Termasuk Indonesia!

Meta melarang iklan ByteDance di Facebook dan Instagram secara langsung di AS, Kanada, Mesir, Indonesia, Jepang, Thailand, dan Vietnam mulai berlaku segera.
Larangan juga mencakup pengiklan pihak ketiga yang memasang tautan ke TikTok atau properti ByteDance; Meta menyatakan tidak wajib mempromosikan pesaing yang mengalihkan pengguna.
Di tengah kebijakan ini, Meta mendesak TikTok dan YouTube mengikuti perlindungan remaja, sementara TikTok telah menyelesaikan sengketa Alabama terkait batas penggunaan dan verifikasi usia.
Jakarta, IDN Times - Pemilik Facebook dan Instagram, Meta, resmi melarang penayangan iklan dari ByteDance yang merupakan induk TikTok asal China di platform miliknya. Juru bicara Meta mengumumkan kebijakan tersebut pada Kamis (8/10/2026) untuk wilayah Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya.
Langkah ini menandai peningkatan persaingan panjang antara Meta dan ByteDance dalam memperebutkan keterlibatan pengguna, kreator, hingga pendapatan iklan. Aplikasi berbagi video TikTok sendiri telah muncul sebagai salah satu pesaing paling tangguh bagi Meta.
1. Cakupan larangan di tujuh negara dan pengiklan pihak ketiga

ilustrasi TikTok (pixabay.com/Nitish Gupta) Dilansir Channel News Asia, larangan dari Meta mulai berlaku segera di Amerika Serikat, Kanada, Mesir, Indonesia, Jepang, Thailand, dan Vietnam. Kebijakan ini menyasar iklan yang dipasang oleh ByteDance pada platform milik Meta di negara-negara tersebut.
Meta menyampaikan bahwa larangan ini juga diperluas ke pengiklan pihak ketiga (third-party advertisers). Pengiklan pihak ketiga dilarang menjalankan kampanye iklan yang memuat tautan menuju TikTok serta properti ByteDance lainnya di negara-negara terkait.
Media Bloomberg News pertama kali melaporkan larangan dari Meta ini pada Kamis (8/10/2026). Sementara itu, pihak TikTok dan ByteDance tidak segera merespons permintaan komentar yang diajukan oleh Reuters.
2. Pernyataan resmi Meta dan ketentuan tautan di TikTok

potret antarmuka pengguna Facebook (unsplash..com/Solen Feyissa) Meta memberikan alasan di balik keputusannya untuk menolak penayangan iklan dari kompetitor tersebut. "Kami tidak berkewajiban menayangkan iklan dari pesaing yang tujuannya menarik orang keluar dari aplikasi kami," kata Meta.
Meta menegaskan sikapnya terkait persaingan promosi tersebut. "Menolak layanan promosi kepada pesaing adalah praktik bisnis yang wajar di berbagai industri. Kami akan terus bersaing dalam hal kualitas produk dan pengalaman pengguna," ujar Meta.
Situs web TikTok sendiri menunjukkan bahwa platformnya tidak mendukung tautan yang membuka atau mengarahkan pengguna untuk login (log in) ke aplikasi media sosial lain. Kendati demikian, para pengguna masih dapat menambahkan tautan di profil mereka yang mengarahkan orang ke situs web platform lain.
3. Desakan keselamatan remaja dan operasional TikTok di AS

ilustrasi pengguna media sosial (unsplash.com/Vullnet Ademaj) Meta telah mendesak TikTok dan YouTube untuk mengikuti langkah keselamatan remaja yang telah disepakatinya pada Agustus 2026. Langkah tersebut disetujui Meta menyusul penyelesaian hingga 18 miliar dolar AS atau setara Rp322,56 triliun dengan negara-negara bagian di AS atas dampak bahaya media sosial terhadap anak-anak.
Pada Agustus 2026, Meta sepakat memberlakukan batasan penggunaan harian dan membatasi pemakaian malam hari bagi anak-anak di Facebook dan Instagram. Meta juga berkomitmen meningkatkan tindakan pencegahan agar anak-anak tidak mengakses konten dengan batasan usia.
TikTok belum berkomentar secara terbuka mengenai desakan Meta. Kendati demikian, platform tersebut telah menyelesaikan sengketa dengan Alabama pada September 2026, yang mewajibkannya menerapkan batas penggunaan baru serta memperkuat verifikasi usia bagi para pengguna di negara bagian tersebut untuk menyelesaikan tuduhan bahwa aplikasinya membahayakan anak-anak dan menyesatkan konsumen terkait keamanannya. Di AS, TikTok beroperasi sebagai usaha patungan (joint venture) dengan mayoritas kepemilikan Amerika Serikat setelah kesepakatan untuk melindungi data pengguna dan mencegah larangan operasional atas aplikasi yang dipakai lebih dari 200 juta pengguna itu.








![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Nyata, Cek Kamu akan Terlahir Jadi CEO atau Karyawan Biasa](https://image.idntimes.com/post/20250411/1000080289-5b24f5a14d3cd8dcd6ed21352b3d81b1-8e79354d356775a53c1f354e2534f81e.jpg)
















