Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

ByteDance Utang 29,6 Miliar Dolar AS untuk Perkuat Ambisi AI

ByteDance Utang 29,6 Miliar Dolar AS untuk Perkuat Ambisi AI
Gedung ByteDance (bytedance.com)
  • ByteDance memperoleh komitmen pinjaman sekitar 29,6 miliar dolar AS, naik dari target awal 20 miliar dolar AS karena tingginya minat bank, meski kesepakatan belum sepenuhnya ditandatangani.
  • Dana pinjaman ditujukan untuk kebutuhan korporasi dan ekspansi, sementara ByteDance mempertimbangkan belanja modal hingga 70 miliar dolar AS guna memperluas pusat data serta infrastruktur AI.
  • Pinjaman ini termasuk terbesar di Asia tahun ini, dikoordinasikan Citigroup dan JPMorgan Chase; pesanan bank melampaui 30 miliar dolar AS dengan tenor awal tiga tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Perlombaan perusahaan teknologi global untuk mengembangkan akal imitasi (AI) kini tidak hanya terlihat dari investasi teknologi, tetapi juga dari besarnya pendanaan yang mereka siapkan. Di tengah kebutuhan modal yang semakin besar untuk membangun pusat data dan infrastruktur AI, ByteDance, perusahaan di balik TikTok, mengambil langkah besar dengan mengamankan fasilitas pinjaman bernilai puluhan miliar dolar.

Menurut sejumlah sumber yang mengetahui transaksi tersebut, ByteDance berhasil memperoleh komitmen pinjaman sekitar 29,6 miliar dolar AS. Jika terealisasi, fasilitas ini akan menjadi salah satu pinjaman berdenominasi dolar terbesar di Asia tahun ini.

  1. 1. ByteDance awalnya hanya mencari 20 miliar dolar AS

    Utang
    Ilustrasi utang (freepik.com)

    ByteDance awalnya dikabarkan hanya mencari fasilitas pinjaman sebesar $20 miliar. Namun, tingginya minat dari perbankan membuat perusahaan meningkatkan nilai pinjaman menjadi $29,6 miliar.

    Dana tersebut terutama akan digunakan untuk keperluan korporasi secara umum, termasuk mendukung ekspansi bisnis dan kebutuhan investasi perusahaan.

    Meski demikian, transaksi tersebut belum sepenuhnya ditandatangani. Para bank masih dalam proses mengonfirmasi alokasi masing-masing sebelum kesepakatan resmi diselesaikan.

  2. Fokus besar pada pengembangan AI

    AI
    Ilustrasi AI (freepik.com)

    Langkah ByteDance ini datang ketika perusahaan teknologi di seluruh dunia berlomba memperbesar investasi di bidang AI. ByteDance yang berbasis di Beijing juga tengah mempercepat pengembangan kemampuan AI-nya untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.

    Perusahaan tersebut bahkan mempertimbangkan untuk meningkatkan belanja modal hingga 70 miliar dolar AS tahun ini, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar dana akan diarahkan untuk memperluas pusat data serta membangun infrastruktur yang dibutuhkan untuk pengembangan AI.

    ByteDance bukan satu-satunya perusahaan yang mengeluarkan dana besar. Empat perusahaan teknologi besar Amerika Serikat—Amazon, Alphabet, Microsoft, dan Meta—diperkirakan berencana menggelontorkan hingga 725 miliar dolar AS untuk belanja modal tahun ini, terutama untuk peralatan dan infrastruktur pusat data AI.

  3. 2. Salah satu pinjaman dolar terbesar di Asia

    Uang
    Ilustrasi uang (freepik.com)

    Jika dibandingkan dengan transaksi lain di kawasan tersebut, pinjaman ByteDance hanya berada di bawah fasilitas 40 miliar dolar AS yang diperoleh SoftBank Group melalui bridge loan pada Maret lalu.

    Menariknya, pinjaman ByteDance menawarkan salah satu margin terendah di antara perusahaan teknologi China. Margin awalnya berada di 68 basis poin di atas Secured Overnight Financing Rate (SOFR) dan dapat berubah jika jangka waktu pinjaman diperpanjang.

    Sebagai perbandingan, pinjaman offshore ByteDance sebelumnya memiliki margin sebesar 85 basis poin di atas SOFR.

  4. 3. Minat bank tunjukkan kepercayaan yang kuat

    Besarnya permintaan dari bank menjadi salah satu hal yang paling menarik dari transaksi ini. Sebelum batas waktu komitmen berakhir, pinjaman ByteDance telah menarik pesanan lebih dari 30 miliar dolar AS.

    Tingginya permintaan tersebut menjadi sinyal positif bagi ByteDance sekaligus memberikan angin segar bagi pasar pinjaman Asia. Pasalnya, pasar pinjaman di kawasan tersebut baru saja mengalami paruh pertama tahun terlemah dalam 16 tahun.

    Pendanaan terbaru ini dikoordinasikan oleh Citigroup dan JPMorgan Chase, dengan tenor awal tiga tahun yang dapat diperpanjang hingga lima tahun.

    ByteDance terakhir kali mengakses pasar pinjaman global pada 2024. Saat itu, perusahaan berhasil menghimpun sekitar 10,8 miliar dolar AS melalui sekitar 20 pemberi pinjaman yang terdiri dari bank internasional dan China.

  5. 4. AI mendorong kebutuhan modal semakin besar

    ByteDance Utang 29,6 Miliar Dolar AS untuk Perkuat Ambisi AI
    Ilustrasi menggunakan AI untuk investasi (freepik.com)

    Pinjaman jumbo ByteDance menunjukkan betapa mahalnya perlombaan untuk membangun infrastruktur AI. Pengembangan model AI tidak hanya membutuhkan talenta dan teknologi, tetapi juga pusat data, server, chip, serta kapasitas komputasi dalam jumlah sangat besar.

    Dengan ByteDance dan perusahaan teknologi besar lainnya meningkatkan belanja modal secara agresif, kebutuhan pendanaan untuk AI kemungkinan akan terus meningkat. Bagi ByteDance, fasilitas 29,6 miliar dolar AS ini dapat menjadi sumber modal penting untuk memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan AI global.

    Namun, besarnya pinjaman juga berarti perusahaan harus mampu memastikan bahwa investasi tersebut menghasilkan pertumbuhan dan arus kas yang sepadan. Di tengah perlombaan AI yang semakin mahal, kemampuan mengubah modal besar menjadi bisnis yang menguntungkan akan menjadi tantangan berikutnya bagi ByteDance.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More