Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Profil ByteDance: Sejarah, Bisnis dan Pendiri TikTok

Profil ByteDance: Sejarah, Bisnis dan Pendiri TikTok
potret logo ByteDance (unsplash.com/Claudio Schwarz)
Intinya Sih
  • ByteDance berdiri pada 2012 oleh Yiming Zhang dan Rubo Liang, berkembang dari aplikasi berita Toutiao hingga meluncurkan TikTok yang sukses secara global.
  • Perusahaan membangun ekosistem digital luas dengan produk seperti TikTok, CapCut, TikTok Shop, Lark, dan Douyin, serta memiliki lebih dari 150 ribu karyawan di hampir 120 kota dunia.
  • Pendiri utama Yiming Zhang dikenal berkat kesuksesan TikTok dan memiliki kekayaan sekitar 69,3 miliar dolar AS sebelum mundur dari jabatan CEO dan chairman ByteDance pada 2021.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - ByteDance dikenal sebagai salah satu perusahaan teknologi yang memiliki berbagai produk digital dengan jangkauan pengguna di banyak negara. Perusahaan berkembang di berbagai lini bisnis, mulai dari platform konten hingga layanan perdagangan digital.

Dalam perjalanannya, ByteDance membangun ekosistem bisnis melalui pengembangan produk baru, ekspansi ke pasar internasional, serta penguatan operasional di berbagai wilayah. Langkah tersebut turut membentuk perusahaan menjadi salah satu pemain teknologi global.

Berikut profil ByteDance, mulai dari sejarah hingga perkembangan bisnisnya!

1. Perjalanan ByteDance dari Toutiao hingga TikTok

kantor ByteDance (bytedance.com)
kantor ByteDance (bytedance.com)

ByteDance didirikan pada 2012 oleh tim yang dipimpin Yiming Zhang dan Rubo Liang. Perusahaan dibangun dengan memanfaatkan peluang di pasar internet seluler yang saat itu masih berkembang serta berfokus mengembangkan platform digital yang dapat memperkaya kehidupan masyarakat.

Produk awal ByteDance adalah Toutiao yang diluncurkan pada Agustus 2012. Empat tahun kemudian, perusahaan memperkenalkan Douyin di China sebelum meluncurkan TikTok untuk pasar internasional pada 2017 sebagai bagian dari strategi ekspansi global.

TikTok kemudian berkembang pesat, termasuk di kawasan Asia Tenggara. Pada November 2017, ByteDance mengakuisisi Musical.ly yang selanjutnya digabungkan ke dalam TikTok. Platform tersebut kini menjadi layanan video pendek yang tersedia di luar China.

2. Membangun ekosistem layanan digital

Kantor ByteDance (Dok ByteDance)
Kantor ByteDance (Dok ByteDance)

ByteDance, melalui berbagai produknya, menghadirkan layanan yang mendukung pengguna untuk terhubung, membuat, menikmati, hingga bertransaksi melalui konten digital.

Ekosistem ByteDance mencakup lebih dari selusin produk dan layanan, seperti TikTok, CapCut, TikTok Shop, Lark, Pico, dan Mobile Legends: Bang Bang. Di pasar China, perusahaan juga mengembangkan layanan seperti Toutiao, Douyin, Fanqie, Xigua, Feishu, dan Douyin E-commerce.

Perusahaan tersebut memiliki lebih dari 150 ribu karyawan yang bekerja di hampir 120 kota di berbagai negara, di antaranya Beijing, Jakarta, Singapura, Tokyo, Seoul, London, New York, Los Angeles, Paris, Berlin, Dubai, Barcelona, Austin, Seattle, Hong Kong, Dublin, Shanghai, dan Shenzhen.

3. Profil pendiri ByteDance

(Kantor ByteDance di Beijing) IDN Times/Uni Lubis
(Kantor ByteDance di Beijing) IDN Times/Uni Lubis

Yiming Zhang merupakan pendiri utama perusahaan teknologi asal China, ByteDance. Namanya dikenal luas berkat TikTok, platform video pendek yang memiliki lebih dari 1 miliar pengguna di seluruh dunia. Selain mengembangkan bisnis media sosial, ByteDance juga memiliki portofolio di sektor e-commerce, pendidikan, gim, dan berita.

Berdasarkan data real-time Forbes per 6 Juli 2026, kekayaan Zhang mencapai 69,3 miliar dolar AS, yang menempatkannya di peringkat ke-29 orang terkaya di dunia.

Pada 2021, Zhang mengundurkan diri dari jabatan CEO ByteDance, kemudian melepas posisi chairman perusahaan pada tahun yang sama. Sementara itu, TikTok tetap beroperasi di AS di tengah kebijakan penundaan penerapan larangan yang sempat diberlakukan terhadap platform tersebut.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More