ilustrasi bisnis UMKM (pexels.com/Daniel Lee)
Siang hari sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk produksi dan pengemasan pesanan berbuka. Dengan sistem pre-order, stok bisa diprediksi lebih akurat dan risiko makanan sisa dapat ditekan. Ini justru membuat operasional lebih efisien.
Selain itu, promosi digital bisa digencarkan sejak siang untuk mengunci pesanan sore. Strategi ini membuat arus kas tetap bergerak meski pembeli tidak makan saat itu juga. Jadi, siang hari bukan waktu mati, melainkan fase penting sebelum lonjakan permintaan menjelang magrib.
Anggapan bahwa jualan makanan siang hari saat bulan puasa pasti sepi tidak sepenuhnya benar. Pasar memang mengalami pergeseran waktu transaksi, tetapi permintaan tetap ada dalam bentuk yang berbeda.
Kuncinya adalah membaca pola konsumsi dan menyesuaikan strategi operasional. Pelaku usaha yang fleksibel dan adaptif justru bisa memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan efisiensi dan keuntungan, bukan sekadar bertahan.