Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Joao mengatakan, dua produsen itu dipilih karena memberikan harga yang jauh lebih murah. Dia mengaku, dengan melakukan pengadaan mobil dari India itu, Agrinas Pangan bisa menghemat biaya hingga Rp43 triliun.
"Kalau kita menggunakan e-katalog (pengadaan dalam negeri), itu cost-nya sudah kami hitung sekitar Rp121 triliun. Tetapi dengan kami menggunakan direct buying kepada perusahaan-perusahaan pabrik-pabrik langsung, kita bisa mengefisiensikan sekitar Rp43 triliun, itu hanya untuk sarana-prasarana,” ujar Joao.3. Mobil yang diimpor diklaim berkualitas dan tahan banting
Joao mengatakan, kedua produsen India itu, baik Mahindra maupun Tata Motors sudah diakui kemampuannya dalam membuat mobil operasional.
“Dan mobil-mobil ini kita lihat di India proven. Yang umurnya ada yang sudah 40-an tahun gitu di India. Kita sendiri tidak tahu, ternyata Willys itu buatannya Mahindra, Jeep G7 itu buatannya Mahindra gitu. Kita dari dulu berpikir bahwa itu buatannya Amerika. Ternyata tidak. Dan Tata sendiri sekarang pun sangat maju. Termasuk Tata itu yang pemilik Range Rover,” tutur Joao.