Agrinas Pangan Nusantara Impor 105 Ribu Mobil dari India buat KDKMP

- PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor total 105 ribu unit mobil dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di sektor distribusi hasil pertanian dan logistik.
- Dari jumlah itu, 35 ribu unit pikap Mahindra Scorpio dan 70 ribu unit kendaraan Tata Motors—terdiri atas Yodha dan Ultra T.7—akan memperkuat armada logistik koperasi di berbagai daerah.
- Pengiriman dilakukan bertahap, dimulai dengan 200 unit pertama yang sudah tiba di Indonesia, guna memastikan kesiapan operasional KDKMP sebelum diserahkan pengelolaannya ke masyarakat melalui Kemenkop.
Jakarta, IDN Times - PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) melakukan impor 105 ribu unit mobil dari India untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Jenis mobil yang diimpor adalah pikqp 4x4 dan juga truk yang dibutuhkan untuk distribusi hasil pertanian ke KDKMP, dan juga kebutuhan logistik lainnya.
1. Sebanyak 35 ribu unit mobil pikap diimpor dari Mahindra

Lebih rinci, sebanyak 35 ribu unit mobil pikap diimpor Agrinas Pangan Nusantara dari produsen Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M). Dikutip dari keterangan resmi Mahindra, Jumat (20/2/2026), merek mobil yang dipasok perusahaan tersebut adalah Scorpio Pik Up 2026.
“Dengan mengerahkan Scorpio Pik Up sebagai bagian dari Koperasi, kami memperkuat tulang punggung logistik yang andal yang menghubungkan petani ke pasar secara lebih efisien. Pik Up kami dirancang untuk berkinerja dalam kondisi sulit sambil menjaga biaya operasional seminimal mungkin,” kata CEO Divisi Otomotif Mahindra, Nalinikanth Gollagunta.
Nalinikanth mengatakan, Scorpio Pik Up diproduksi di Pabrik Nashik, dan telah mendapat pengakuan secara global karena daya tahannya, kapasitas muatannya, dan biaya operasional yang rendah. Kendaraan itu dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional koperasi – dari jalan pedesaan yang kasar hingga jalan setapak di pertanian.
“Volume yang dikomitmenkan untuk kemitraan ini akan secara signifikan meningkatkan Operasi Internasional kami, menambah sebanyak total volume ekspor yang kami capai pada full year 2025,” ucap dia.
2. Agrinas Pangan Nusantara impor 70 ribu pikap dan truk dari Tata Motors

Selain Mahindra, Agrinas Pangan Nusantara juga mengimpor 70 ribu unit mobil dari produsen India, yakni Tata Motors. Rinciannya, sebanyak 35 ribu unit mobil pikap merek Yodha, dan 35 ribu unit truk merek Ultra T.7. Adapun komitmen itu diteken Agrinas Pangan Nusantara dengan PT Tata Motors Distribusi Indonesia, selaku distributor produk Tata Motors di Tanah Air.
Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Asif Shamim mengatakan truk dan pikap Tata Motors akan menurunkan biaya logistik dan memungkinkan pergerakan barang yang efisien di seluruh Indonesia.
“Tata Yodha dan Ultra T.7 dirancang untuk kinerja berkelanjutan, waktu operasional yang tinggi, dan ekonomi operasional yang efisien,” kata Asif.
3. Pengiriman dilakukan secara bertahap

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, pengiriman mobil-mobil untuk operasional KDKMP itu telah dimulai, dan akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama, sebanyak 200 unit mobil pikap Mahindra sudah tiba di Indonesia, dan targetnya per akhir Februari 2026 sebanyak 1.000 unit pikap Mahindra sudah masuk ke wilayah Indonesia.
“Kenapa kita perlu 4x4? kKrena memang kita perlu untuk digunakan di daerah-daerah yang kondisi lahannya memang sangat menantang. Dan hampir di semua baik di Jawa pun kalau untuk ke sawah-sawah, itu lahannya sangat menantang, sehingga kita perlu mobil 4x4,” ujar Joao.
Adapun impor dilakukan Agrinas Pangan Nusantara karena perusahaan melaksanakan pembangunan fisik dan juga persiapan operasional KDKMP di seluruh Indonesia. Perusahaan berperan mempersiapkan KDKMP selama tahap uji coba (pilot), sampai nantinya setelah teruji secara matang, bisa diserahkan pengelolaannya ke masyarakat melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop).
“Sehingga harapan kita ini bisnis benar-benar berjalan secara profesional gitu, sebagai retail industry,” ucap Joao.


















