Jakarta, IDN Times - Eskalasi ketegangan geopolitik global kembali meningkat menyusul serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela yang memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi dan kelancaran rantai pasok global.
Situasi ini terjadi di tengah upaya Indonesia memperluas diversifikasi pasar ekspor, khususnya ke kawasan Amerika Selatan melalui berbagai inisiatif kerja sama perdagangan.
Founder dan CEO Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi menilai, kendati konflik tersebut tidak berdampak langsung terhadap jalur perdagangan Indonesia–Amerika Selatan, potensi dampak lanjutan (secondary impact) tetap perlu diwaspadai.
"Gangguan geopolitik di negara produsen energi berisiko memicu volatilitas harga minyak global yang pada akhirnya berdampak pada biaya bahan bakar dan ongkos logistik internasional," ujar Setijadi, dikutip Kamis (8/1/2026).
