Cek Fakta: AS Serang Venezuela, Impor Minyak Mentah ke RI Terdampak?

- Indonesia tidak melakukan impor minyak mentah dari Venezuela, menurut Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM.
- Pasokan minyak mentah RI masih stabil, kata Laode Sulaeman.
- Indonesia impor migas dari Singapura hingga AS, berdasarkan data BPS.
Jakarta, IDN Times - Serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela menambah gejolak dunia, di saat konflik geopolitik di negara-negara lain belum usai. Venezuela sendiri merupakan negara dengan sumber minyak mentah terbesar di dunia.
Apakah Indonesia mengimpor BBM dari Venezuela? Bagaimana dampak serangan AS ke Venezuela terhadap pasokan impor BBM oleh Indonesia? Begini faktanya.
1. Indonesia tidak melakukan impor minyak mentah dari Venezuela

Menurut Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, serangan AS tak berdampak pada impor BBM yang dilakukan Indonesia. Dia mengatakan, Indonesia tidak mengimpor minyak mentah (crude) dari Venezuela.
“Kita sumber crude-nya itu bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain,” kata Laode di kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (5/1/2026).
2. Pasokan minyak mentah RI masih stabil

Dengan demikian, pasokan minyak mentah untuk kebutuhan BBM di Indonesia masih stabil.
“Jadi masih stabil,” ujar Laode.
3. Indonesia impor migas dari Singapura hingga AS

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia selama periode Januari-Oktober 2025, Indonesia melakukan impor minyak dan gas (migas) senilai 26 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Ada empat negara pemasok migas terbesar ke Indonesia, yakni Singapura senilai 7,9 miliar dolar AS, Afrika senilai 4,71 miliar dolar AS, Malaysia 4,09 miliar dolar AS, dan Amerika Serikat 2,5 miliar dolar AS. Venezuela tidak ada dalam data impor migas Indonesia yang dicatat oleh BPS.
Dengan demikian, kegiatan impor minyak mentah Indonesia tak terdampak oleh serangan AS ke Venezuela.



















