ilustrasi miliarder (vecteezy.com/Siraphol Siricharattakul)
Prop 40 bukan hanya memicu perdebatan di kalangan masyarakat, tapi juga membelah pendapat para pemimpin politik dan pelaku bisnis. Gubernur California Gavin Newsom menentang kebijakan tersebut, sedangkan anggota DPR AS Ro Khanna mendukungnya. Meski mendukung pajak miliarder, Khanna juga menyampaikan keberatan terhadap kemungkinan pengenaan pajak atas kepemilikan saham yang sulit dicairkan atau saham yang memberikan hak suara.
Perbedaan pandangan juga terlihat di kalangan pengusaha teknologi. CEO Nvidia Jensen Huang menyatakan dirinya gak keberatan dengan gagasan pajak miliarder tersebut. Sebaliknya, salah satu pendiri Google, Sergey Brin, dilaporkan menyumbangkan lebih dari US$100 juta atau sekitar Rp1,67 triliun untuk menentang kebijakan pajak kekayaan California.
Para ekonom peraih Nobel yang mendukung Prop 40 memiliki pandangan berbeda mengenai dampaknya terhadap industri teknologi. Dalam surat dukungan mereka, Daron Acemoglu, Abhijit Banerjee, Peter Diamond, Esther Duflo, Paul Krugman, dan Joseph Stiglitz berpendapat bahwa para miliarder telah memperoleh keuntungan besar dari aktivitas ekonomi dan memiliki akses terhadap celah perpajakan tertentu. Mereka menilai pajak kekayaan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong kebijakan serupa di wilayah lain.
Kelompok ekonom tersebut juga menyoroti daya tarik California bagi investor teknologi. Mereka menyatakan bahwa negara bagian itu menarik sekitar 80 persen dari seluruh pendanaan modal ventura baru di AS sejak awal 2026, naik dari sekitar 50 persen sebelum 2025. Angka tersebut digunakan untuk mendukung argumen bahwa penerapan pajak miliarder tidak serta-merta membuat industri teknologi kehilangan daya tariknya.
Namun, angka tersebut belum membuktikan bahwa kebijakan pajak kekayaan gak akan memengaruhi investasi pada masa depan. Dampaknya tetap bergantung pada bentuk aturan, cara penghitungan aset, serta keputusan para investor dan pengusaha. Dengan kata lain, perdebatan mengenai pajak ini juga menjadi pertarungan gagasan tentang cara menyeimbangkan penerimaan pemerintah, investasi, dan pertumbuhan ekonomi.