Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pasca-Gempa M 7,3, Pasokan Listrik dari PLTP Lahendong Dipastikan Aman
Pembangkit listrik panas bumi (PLTP) Lahendong, Minahasa, Sulawesi Utara. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • PGE Area Lahendong langsung aktifkan prosedur tanggap darurat usai gempa M 7,3 mengguncang Manado-Bitung, memastikan seluruh unit PLTP tetap beroperasi stabil tanpa gangguan teknis.
  • Hasil pemeriksaan menunjukkan fasilitas dan lingkungan PLTP aman, sementara seluruh pekerja dilaporkan selamat serta perusahaan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pemantauan pascagempa.
  • PLTP Lahendong berkapasitas 120 MW menyumbang sekitar 30 persen kebutuhan listrik Sulawesi Utara dan Gorontalo, dengan produksi mencapai 849 GWh hingga akhir 2025 demi menjaga pasokan energi regional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong mengaktifkan prosedur tanggap darurat setelah gempa magnitudo 7,3 mengguncang wilayah Manado-Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026).

Perusahaan melakukan pemantauan pada aset, operasional, serta kondisi pekerja dan lingkungan di sekitar area pembangkit.

"Dari sisi operasional, seluruh unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong (Unit 1-6) tetap beroperasi secara stabil," kata General Manager PGE Area Lahendong Novi Purwono dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2026).

1. Fasilitas PLTP Unit 1-6 dilaporkan tidak terdampak

Pembangkit listrik panas bumi (PLTP) Lahendong, Minahasa, Sulawesi Utara. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Hasil pengecekan menyeluruh menunjukkan fasilitas operasional dalam kondisi aman dan tidak mengalami kendala teknis setelah guncangan terjadi. Pemantauan aspek lingkungan tidak menunjukkan adanya indikasi gangguan atau dampak signifikan.

“Selain itu, dari aspek lingkungan, tidak terdapat indikasi gangguan maupun dampak signifikan akibat kejadian gempa. Seluruh sistem pengamanan lingkungan dan operasional tetap berjalan sesuai standar yang berlaku,” ujarnya.

2. Kondisi pekerja dilaporkan aman

Ilustrasi PLTP. (instagram.com/PLTP Ulumbu)

Seluruh pekerja di PGE Area Lahendong dilaporkan dalam keadaan aman. Saat ini, perusahaan melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan setempat serta memantau situasi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Pihaknya akan terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan keandalan pasokan uap dan listrik di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo. Langkah tersebut diambil untuk memastikan respons cepat terhadap kondisi pasca-gempa di lapangan.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan respons yang cepat dan tepat terhadap kondisi pasca gempa ini,” tutur Novi.

3. Peran PLTP Lahendong dalam pasokan listrik regional

Ilustrasi meteran listrik (IDN Times/Paulus Risang)

PLTP Lahendong saat ini memiliki kapasitas produksi sebesar 120 megawatt (MW). Jumlah tersebut menyumbang sekitar 30 persen dari total kebutuhan listrik masyarakat di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Catatan perusahaan menunjukkan, hingga akhir Desember 2025, fasilitas tersebut telah memproduksi energi listrik sekitar 849 gigawatt-hour (GWh). Operasional tetap dioptimalkan untuk menjaga stabilitas pasokan energi di kedua provinsi tersebut.

Editorial Team