Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jorge Moreira da Silva (x.com/UNOPS_Chief)
Dilansir Reuters, PBB membentuk satuan tugas pada Maret 2026 untuk memfasilitasi pengiriman pupuk melalui Selat Hormuz. Akan tetapi, mekanisme yang disusun belum dapat dijalankan karena AS dan Iran belum mencapai kesepakatan.
Rencana tersebut mencakup pusat koordinasi di Oman untuk mendaftarkan kapal dan mengatur pelayaran yang aman. Petugas PBB juga akan bekerja bersama otoritas setempat di pelabuhan kawasan Teluk Persia untuk memverifikasi pemuatan kargo. Selama pelayaran, kapal akan dilacak dan dapat menjalani pemeriksaan tambahan jika muncul kekhawatiran terhadap kapal atau muatannya.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jorge Moreira da Silva mengatakan bahwa mekanisme itu dapat diaktifkan dalam 7–10 hari setelah kedua negara mencapai kesepakatan. Menurutnya, pelayaran lima kapal per hari melalui Selat Hormuz saja dapat menjaga pasokan pupuk bagi negara-negara yang sangat membutuhkannya.
Ia menjelaskan, mekanisme PBB dapat berjalan bersamaan dengan perundingan AS dan Iran untuk mencapai kesepakatan menyeluruh yang menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Moreira da Silva mendesak kedua negara agar perundingan tersebut tidak menghalangi pelaksanaan mekanisme pengiriman pupuk.