Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Iran Sebut Selat Hormuz Bisa Dibuka dalam 7 Hari, Tapi Tergantung AS

2 min read
Iran Sebut Selat Hormuz Bisa Dibuka dalam 7 Hari, Tapi Tergantung AS
potret Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi (tasnimnews.ir/Hamed Malekpour via commons.wikimedia.org/Hamed Malekpour)
  • Iran menyatakan Selat Hormuz dapat dibuka dalam tujuh hari jika AS menyetujui proposal terbaru Teheran, dengan negosiasi dan pertukaran pesan masih berlangsung melalui Qatar.
  • Proposal Iran yang diajukan akhir September dilaporkan telah ditolak Presiden AS Donald Trump, yang mengklaim Washington sudah sepenuhnya menguasai dan membuka Selat Hormuz.
  • Iran membantah klaim Trump, menegaskan IRGC masih menguasai selat dan blokade tetap berlaku hingga AS menyetujui proposal, sehingga pelayaran komersial masih terhambat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran menyebut Selat Hormuz bisa kembali dibuka dalam tujuh hari atau sepekan lagi. Namun, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan, pihaknya masih menunggu respons Amerika Serikat (AS) soal proposal terbaru yang mereka berikan. Araghchi memprediksi AS akan merespons proposal terbaru Iran dalam beberapa hari lagi.

"Saat ini, proses negosiasi masih berlangsung dan pesan-pesan sedang dipertukarkan melalui mediator," kata Araghchi dalam keterangannya kepada media Iran, Tasnim News Agency, Kamis (8/10/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.

  1. 1. Iran memberikan proposal terbaru ke AS pada akhir September

    Bendera Amerika Serikat sedang berkibar.
    potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Renan Tagliaferro)

    Iran sendiri memberikan proposal terbaru ke AS pada akhir September lalu. Proposal tersebut berisi usulan pembukaan Selat Hormuz. Upaya itu, kata Araghchi, bisa dilakukan dalam tujuh hari jika AS memberi lampu hijau. Sama seperti sebelumnya, proposal tersebut diberikan Iran ke AS lewat Qatar yang berperan sebagai mediator.

    “Kami menyampaikan proposal kami yang disebut 'Rencana tujuh hari,' dan kami mendengar tanggapan dari pihak Amerika. Saat ini, kami sedang meninjaunya. Saya yakin kami akan memberikan tanggapan dalam beberapa hari ke depan,” jelas Araghchi.

  2. 2. Donald Trump menolak proposal terbaru dari Iran

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang diwawancara oleh pembawa acara NBC News, Tom Llamas, di Ruang Oval, Gedung Putih, pada 4 Februari 2026.
    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang diwawancara oleh pembawa acara NBC News, Tom Llamas, di Ruang Oval, Gedung Putih, pada 4 Februari 2026. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

    Namun, proposal tersebut sebetulnya sudah ditolak oleh Presiden AS, Donald Trump. Sebab, Trump mengklaim Selat Hormuz kini sudah dibuka karena AS sudah 100 persen mengambil alih kontrol selat tersebut. Meski begitu, Teheran saat ini masih berupaya membujuk Trump agar mau berubah pikiran dan menyetujui proposal yang mereka berikan.

    "Saya menolak kesepakatan mereka (Iran). Mereka ingin membuat kesepakatan dan saya pikir itu tidak masalah. Saya juga suka membuat kesepakatan. Namun, kesepakatan itu tidak akan dapat diterima," kata Trump pada September lalu dilansir BBC.

  3. 3. Iran membantah klaim Trump soal Selat Hormuz

    Peta Selat Hormuz.
    potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

    Namun, Iran membantah keras klaim dari Trump. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan, Selat Hormuz saat ini masih dikuasai oleh angkatan laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Ia juga menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan pernah dibuka sampai Washington menyetujui proposal terbaru dari Teheran.

    Dalam praktiknya, Selat Hormuz kini memang masih belum dibuka secara penuh. Iran juga masih kerap melakukan serangan ke kapal-kapal yang melanggar blokade di selat tersebut. Blokade ini lantas membuat pelayaran kapal komersial di sana menjadi terhambat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More