Aktivitas bongkar-muat barang di pelabuhan kelolaan Pelindo Regional 4. (Dok. Istimewa)
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan Mohamad Risal Wasal mengatakan keterpaduan dan keberlanjutan konektivitas menjadi bagian penting dalam mendukung sistem logistik nasional.
“Konektivitas itu harus terpadu, terintegrasi, dan juga berkelanjutan. Ada aksesnya, ada keberlanjutannya, dan ada ketahanannya. Kami sudah melihat bagaimana ADHARA diperkenalkan. Semoga dengan adanya ADHARA ini, berbagai persoalan yang sudah terjadi dapat diselesaikan dan integrasi antarsektor bisa semakin baik,” ungkap Risal.
Dari sisi pelaku industri, PT Meratus Line menjadi salah satu early adopter ADHARA. GM Operation Liner & Terminal Nusantara PT Meratus Line Heri Cahyono menilai keterhubungan antarpelaku dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
“Kolaborasi ini dapat menciptakan layanan yang lebih end-to-end, mempercepat proses, sekaligus membuka peluang untuk menghadirkan solusi baru yang sebelumnya mungkin sulit dilakukan,” ujar Heri.
Bagi Pelindo, pengembangan ADHARA merupakan bagian dari agenda transformasi digital perusahaan. Melalui keterhubungan antarsistem dan antarpelaku, platform ini diharapkan dapat mendukung ekosistem kepelabuhanan dan logistik yang lebih terintegrasi, berbasis data, serta berorientasi pada kebutuhan pengguna. (WEB)