Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Bangun 3 Pabrik Olahan Telur dan Daging, Target Kelar 2027
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat ke Lampung Tengah. (IDN Times/Muhaimin)
  • Pemerintah menyiapkan tiga pabrik tepung telur dan tepung daging, ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 sebagai bagian dari ekosistem peternakan terintegrasi.
  • Pabrik ditujukan menyerap kelebihan produksi, menstabilkan harga, memperluas pasar peternak, dan menghentikan impor tepung telur setelah fasilitas berdiri.
  • Investasi awal diperkirakan Rp200 miliar per pabrik, dengan penguatan hulu-hilir untuk menjamin pakan terjangkau, pasar pasti, serta mengurangi kerugian peternak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan tiga pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging. Ini dilakukan sebagai solusi permanen untuk memperkuat ekosistem peternakan nasional.

"Langkah ini ditujukan untuk memperluas pasar hasil produksi peternak, menjaga stabilitas harga, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor," kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dikutip dari ANTARA, Sabtu (10/10/2026).

1. Pabrik ditargetkan rampung pada 2027

Mentan Amran Sulaiman saat Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat (13/3/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)

Mentan mengatakan, pembangunan pabrik tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah membangun ekosistem peternakan yang terintegrasi, mulai dari penyediaan bahan baku pakan, penguatan produksi petani dan peternak, hingga penyerapan serta pengolahan hasil produksi.

"Kami sudah telepon BP BUMN dan Menteri Perdagangan. Kita sepakat membangun ekosistem ternak, terutama pembangunan pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging," ujarnya.

Dia menargetkan, pabrik tersebut sudah bisa rampung dibangun pada tahun depan.

"Insyaallah, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa mulai. Targetnya 1,5 tahun selesai, maksimal dua tahun," ucap Amran.

2. Jadi solusi masalah pemasaran hasil peternakan tidak berulang

ilustrasi peternakan unggas (pexels.com/Mark Stebnicki)

Mentan menyampaikan, pembangunan industri pengolahan menjadi langkah mendasar agar persoalan pemasaran hasil peternakan tidak terus berulang. Menurut dia, pemerintah perlu menghadirkan solusi jangka panjang yang mampu menyerap kelebihan produksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasar produk segar.

"Ini solusi permanen, fundamental. Kalau pabriknya berdiri, impor tepung telur kita hentikan. Kita sudah sepakat. Harapannya, setelah ekosistem ini berdiri, persoalan yang sama tidak terus berulang," tuturnya.

Amran menjelaskan, pembangunan tiga pabrik tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui studi kelayakan atau feasibility study (FS). Pemerintah memperkirakan kebutuhan awal investasi mencapai Rp200 miliar per pabrik, dengan kemungkinan meningkat menjadi Rp250 miliar untuk fasilitas yang mencakup pengolahan daging.

Dia pun meminta jajaran terkait mengawal proses persiapan agar perencanaan, kebutuhan anggaran, dan pembangunan fasilitas dapat segera ditindaklanjuti. Amran juga membuka peluang melibatkan swasta, namun menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memperkuat industri strategis tersebut.

"Kalau ada swasta mau bergandengan, silakan. Tapi negara ada di sampingnya," ujar dia.

3. Penguatan ekosistem beri manfaat berlapis

Ilustrasi puluhan butir telur ayam di dalam wadah karton. (pexels.com/Matheus Bertelli)

Amran mengatakan, penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir akan memberikan manfaat berlapis. Petani memperoleh pasar untuk jagung yang dihasilkan, peternak mendapat kepastian pasokan pakan, sedangkan industri pengolahan menjadi saluran penyerapan ketika produksi telur dan daging melimpah.

Jika terjadi kelebihan produksi telur atau daging ayam, hasil tersebut dapat diolah menjadi produk dengan daya simpan dan pemanfaatan yang lebih luas. Dengan demikian, peternak tidak hanya bergantung pada penjualan produk segar yang rentan terhadap perubahan permintaan dan harga.

"Keuntungannya adalah meningkatkan kesejahteraan peternak, mengurangi kerugian yang sering terjadi pada bulan-bulan tertentu, dan mengurangi belanja devisa untuk impor. Ini keputusan mendasar, kita bangun ekosistem peternakan yang terintegrasi satu sama lain," tuturnya.

Dia menyampaikan, seluruh langkah tersebut bermuara pada satu tujuan, yakni menciptakan usaha peternakan yang lebih menguntungkan dan berkelanjutan. Pemerintah ingin memastikan peternak memperoleh pakan dengan harga terjangkau, memiliki kepastian pasar, serta tidak terus menanggung kerugian ketika terjadi kelebihan produksi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article