Mentan Ungkap Sejumlah Pemimpin Negara Minta Prabowo Impor Beras

Sejumlah pemimpin negara meminta Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia kembali mengimpor beras, termasuk pembelian 200 ribu ton.
Pemerintah menolak permintaan impor karena Amran menilai kebijakan itu dapat merugikan dan mengurangi dorongan petani meningkatkan produksi.
Indonesia tidak mengimpor beras pada 2025, sementara Amran menyebut harga beras dunia turun dari sekitar Rp11 ribu menjadi Rp5 ribu per kilogram.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan sejumlah pemimpin negara meminta Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia kembali mengimpor beras. Salah satunya bahkan meminta Indonesia membeli beras sebanyak 200 ribu ton.
Menurut Amran, permintaan tersebut disampaikan saat dirinya mendampingi Prabowo dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin negara.
"Nah, saat kami mendampingi Bapak Presiden, beberapa pemimpin negara minta kepada Bapak Presiden itu untuk mengekspor. Bahkan hanya 200 ribu ton diminta," katanya dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bea dan Cukai, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
1. Amran sebut impor bisa demotivasi petani

Petani di Desa Karangmojo, Kecamatan Kartoharjo Magetan tengah memanen padi. IDN Times/Riyanto. Amran mengatakan Indonesia tidak menyetujui permintaan tersebut karena impor beras dinilai dapat merugikan petani dalam negeri. Menurutnya, jumlah petani Indonesia yang bisa terdampak mencapai sekitar 115 juta orang.
Dia menilai masuknya beras impor dapat membuat petani kehilangan dorongan untuk meningkatkan produksi. Karena itu, pemerintah memilih mempertahankan kondisi swasembada beras dan tidak kembali membuka impor.
"Kami sampaikan kepada Bapak Presiden, "Pak, ini tidak mungkin." Karena ini melukai petani Indonesia, 115 juta orang. Karena petani demotivasi kalau kita impor," ujar dia.
2. RI tak impor beras sejak 2025

Ribuan beras impor akan penuhi kebutuhan warga Kalbar. (IDN Times/Teri). Amran menyebut Indonesia sebelumnya menjadi salah satu importir beras terbesar di dunia. Pada 2023-2024, impor beras Indonesia disebut mencapai sekitar 7 juta ton.
Namun, pada 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras. Kondisi tersebut, menurut Amran, berdampak pada negara-negara eksportir beras seperti Thailand, Vietnam, India, dan Pakistan karena permintaan dari Indonesia berhenti.
Di sisi lain, dia mengatakan Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target empat tahun yang diberikan kepada pemerintah. Capaian produksi tersebut disebut telah diakui oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).
"Alhamdulillah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden, Bapak Prabowo, kita diminta swasembada empat tahun, tapi kita raih dalam waktu satu tahun. Dan ini adalah tercepat sepanjang sejarah," tuturnya.
3. Harga beras dunia turun jadi Rp5.000 per Kg

ilustrasi beras (unsplash.com/Emma Miller) Amran mengatakan penghentian impor Indonesia juga berdampak pada harga beras dunia. Dia menyebut harga beras yang sebelumnya berada di level 660 dolar AS per ton turun menjadi 368 dolar AS per ton.
Jika dikonversi ke harga per kilogram, Amran menyebut harga beras dunia turun dari sekitar Rp11 ribu menjadi Rp5 ribu per kilogram.
"Ada lagi yang mengatakan yang tidak paham beras, "Lho, negara lain harga beras Rp5 ribu." Iya, karena Indonesia tidak impor. Dulu impor harganya Rp11 ribu, Rp12 ribu. Sekarang turun, karena Indonesia tidak impor," katanya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















