Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Intip Strategi Daerah untuk Kejar Laju Ekonomi 6 Persen
Konferensi Pers Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Wibowo dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. (IDN Times/Triyan)
  • Pemerintah akan mereplikasi strategi daerah berpertumbuhan tinggi, terutama berbasis industri pengolahan dan nilai tambah pertanian, demi mengejar pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.
  • Pemerintah juga membidik pertumbuhan jangka panjang hingga 8 persen serta memperbaiki pencatatan ekspor melalui koordinasi dan pertukaran data dengan BPS serta kementerian/lembaga.
  • BPS mencatat 99 kabupaten/kota tumbuh di atas 6 persen pada semester I-2026; Kendal, Batang, dan Sidrap menjadi contoh dorongan manufaktur, KEK, pertanian produktif, investasi, serta pengolahan porang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah akan mereplikasi strategi daerah yang mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Drajad Hari Wibowo mengatakan, daerah dengan basis industri pengolahan yang kuat mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi tinggi. Potensi tersebut akan menjadi salah satu acuan pemerintah dalam merumuskan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain industri pengolahan, pemerintah juga menyoroti daerah yang mampu mengoptimalkan nilai tambah sektor pertanian. Salah satunya Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, yang berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas pertanian dan pengembangan industri pengolahan hasil pertanian.

“Insyaallah kalau ini bisa kita replikasi, target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6 persen bisa dicapai,” ujar Drajad kepada awak media di kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (12/10/2026).

1. Percepatan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Magnific.com)

Drajad mengatakan, pemerintah tidak hanya mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027, tetapi juga mengupayakan percepatan pertumbuhan dalam jangka panjang hingga mencapai 8 persen.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan mencermati berbagai sumber pertumbuhan ekonomi di daerah dan mengidentifikasi potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

“Kalau momentumnya bisa kita bangun, insyaallah target presiden untuk pertumbuhan 8% itu sesuatu yang sangat bisa dicapai. Nanti kami akan koordinasi lebih rinci lagi,” katanya.

2. Dorong kinerja ekspor

ilustrasi ekspor impor, kontainer, peti kemas, pelabuhan (magnific.com/jcomp)

Selain mengoptimalkan potensi ekonomi daerah, pemerintah juga akan mendorong kinerja ekspor. Drajad mengatakan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama BPS akan meningkatkan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk melalui pertukaran data untuk memperbaiki pencatatan ekspor.

Dengan demikian, aktivitas ekspor yang selama ini belum tercatat secara optimal dapat terdata dengan lebih baik sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kinerja perdagangan Indonesia.

“Jadi rencananya saya dan Kepala BPS akan keluyuran ke K/L terkait untuk kita sharing data, kemudian bagaimana bisa memperbaiki pencatatan data supaya semuanya bisa tertangkap oleh BPS,” tutur Drajad.

3. Sebanyak 99 kabupaten/kota catatkan pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen

Ilustrasi analisis data ekonomi dan proyeksi pertumbuhan oleh profesional. (Pexels/artem podrez)

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, sebanyak 99 kabupaten/kota di Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen pada semester I-2026.

Menurut Amalia, pertumbuhan ekonomi nasional merupakan agregasi dari kinerja ekonomi di tingkat kabupaten dan kota. Karena itu, daerah yang mampu tumbuh tinggi dapat menjadi sumber pembelajaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Amalia mencontohkan Kabupaten Kendal dan Kabupaten Batang di Jawa Tengah yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen. Kinerja Kendal ditopang oleh aktivitas industri manufaktur, sedangkan Batang memperoleh dorongan dari pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang.

“Jadi kami tunjukkan ada yang sudah tumbuh di atas, bahkan di atas 8 persen. Ada Kendal karena dia memang ditopang oleh industri manufakturnya yang bergerak. Kemudian ada Batang yang juga tumbuh di atas 8% karena ada KEK Batang,” kata Amalia.

Selain kedua daerah tersebut, Amalia menyebut Gorontalo sebagai salah satu wilayah yang mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.

Ia juga menyoroti Kabupaten Sidrap yang mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi mendekati 7 persem. Capaian tersebut didorong oleh peningkatan produktivitas sektor pertanian, masuknya investasi, serta pengembangan industri pengolahan porang.

“Kabupaten Sidrap bisa tumbuh dekat di 7 persen karena dia meningkatkan produktivitas sektor petani. Dia juga mendorong investasi masuk, membuat industri porang di situ dan ekonomi bisa tumbuh,” ujar Amalia.

Tak hanya itu, sektor pertanian tidak hanya berperan sebagai penghasil komoditas primer, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian melalui peningkatan produktivitas dan pengembangan industri pengolahan.

Dengan demikian, penguatan industri manufaktur dan pengolahan hasil pertanian menjadi salah satu strategi yang dapat dikembangkan untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah

Curated For You

Editorial Team

Related Article