Pemerintah Pastikan Ketahanan Stok BBM Capai 20 Hari

ESDM memastikan stok BBM nasional tetap tersedia untuk 18-20 hari, sehingga antrean di sejumlah daerah tidak disebut terjadi karena kekurangan stok.
El Nino dapat mengganggu pengiriman BBM melalui sungai, sementara pengalihan distribusi ke truk memiliki kapasitas angkut lebih kecil.
Pemerintah bekerja sama dengan pemda, sementara tangki kendaraan yang dimodifikasi turut disebut memengaruhi antrean panjang di SPBU.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional masih berada di kisaran 18-20 hari. Oleh karena itu, antrean BBM yang terjadi di sejumlah daerah disebut bukan karena stok tidak tersedia.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) ESDM Laode Sulaeman mengatakan antrean dapat terjadi karena kendala dalam proses pengiriman dan distribusi BBM.
"Ketahanan stok 18 sampai 20 hari itu tetap ada. Jadi, kalaupun kemudian terjadi antrean, antrean lebih disebabkan bukan karena ketahanan stok," katanya dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang disiarkan YouTube Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (5/10/2026).
1. El Nino ganggu distribusi BBM

Wako Pontianak tinjau terminal BBM di Pontianak Utara. (IDN Times/istimewa). Salah satu kendala yang disebut Laode adalah kondisi El Nino. Cuaca tersebut dapat membuat sungai menjadi kering sehingga pengiriman BBM melalui jalur sungai terganggu.
Dalam kondisi itu, pengiriman BBM harus dialihkan menggunakan truk. Namun, kapasitas angkut truk lebih kecil dibandingkan kapal yang biasa digunakan untuk mengirim BBM melalui sungai. Kondisi tersebut dapat membuat proses distribusi BBM terganggu dan memicu antrean.
"Truknya ini kapasitasnya tidak sebesar kalau kita mengirimkan dengan menggunakan kapal-kapal di sungai. Itu salah satu contoh kenapa terjadi antrean," ujar dia.
2. Pemerintah libatkan pemda atasi antrean BBM

Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Makassar secara bertahap mulai melandai. Perkembangan ini sejalan dengan berbagai upaya optimalisasi pasokan dan pelayanan BBM yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. (Dok. Pertamina) Pemerintah juga bekerja sama dengan pemerintah daerah (pemda) untuk menghadapi berbagai kondisi yang terjadi di lapangan. Kerja sama tersebut dilakukan untuk mengatasi kendala yang dapat mengganggu proses distribusi BBM di daerah.
"Dari sisi ketahanan stok, 18 sampai 20 hari selalu tersedia dan kami juga selalu bekerja sama dengan pemda untuk dalam rangka memitigasi kondisi-kondisi yang terjadi di lapangan," tuturnya.
3. Faktor lain yang sebabkan antrean panjang BBM di SPBU

Deretan mobil dengan tangki modifikasi yang digunakan menyedot BBM subsidi dari SPBU di Kota Makassar, Senin (14/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyebut antrean BBM juga dipicu kendaraan dengan tangki berkapasitas besar. Dia menemukan mobil dan truk yang telah dimodifikasi sehingga bisa menampung BBM dalam jumlah hingga ratusan liter.
Selain itu, Bahlil menemukan kendaraan yang kembali mengantre meski tangkinya belum kosong. Ada kendaraan yang baru mengisi 10, 15, hingga 20 liter, tetapi kembali masuk antrean.
"Ada sebagian yang shifting tapi jauh lebih dari itu adalah ada mobil-mobil Pajero, mobil-mobil truk bikin tangki gede, besar sampai 700 liter-1 ton isi minyak di situ," kata Bahlil dalam acara Universitas Hasanuddin di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Bahlil meminta kepolisian ikut mengawasi kondisi tersebut. Menurut dia, antrean dapat terus terjadi jika pengisian BBM dalam jumlah besar menggunakan tangki modifikasi masih berlangsung.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















![[QUIZ] Tebak Mata Uang Negara di Asia, Bisa Benar Semua?](https://image.idntimes.com/post/20241205/dileesh-kumar-dbppqnkhc7u-unsplash-d089e2e6e27dcbc257bd0b611ae3ac69.jpg)