Jakarta, IDN Times - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan pertumbuhan pendapatan dua digit dan memangkas rugi bersih pada semester I 2026, meski dibayangi lonjakan harga avtur. Perbaikan kinerja tersebut juga dibarengi dengan pemulihan armada perseroan. Hingga Juni 2026, jumlah armada operasional Garuda Indonesia mencapai 104 pesawat.
Mengutip laporan keuangan yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/10/2026), GIAA mengantongi pendapatan 1,80 miliar dolar AS sepanjang Januari-Juni 2026. Angka tersebut naik 16 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari 1,55 miliar dolar AS pada semester I 2025.
