Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR), Anindya N. Bakrie. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Selain itu, ketidakpastian kondisi makro global di tengah memanasnya kondisi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada pelemahan rupiah menyebabkan juga melemahnya daya beli konsumen.
Namun, di tengah kondisi eksternal yang menantang, segmen manufaktur suku cadang mampu mendorong peningkatan marjin berkat pengendalian keuangan yang baik.
Dari segi EV, VKTR tetap konsisten untuk menyelesaikan progres pembangunan fasilitas kendaraan listrik komersial berbasis CKD (Completely Knock Down) pertama di Indonesia di Magelang. Jika berjalan sesuai dengan rencana, maka pembangunannya bakal rampung pada September 2024.
“Menjadi pionir di dalam segmen EV komersial di Indonesia memang penuh dengan tantangan. Oleh sebab itu, VKTR terus berupaya untuk memberikan solusi permasalahan industri EV dari segi manufaktur hingga pembiayaan untuk mengakselerasi adopsi EV di Indonesia," kata Gilarsi.
"Fokus VKTR saat ini adalah memastikan progres pembangunan fasilitas CKD kami di Magelang berjalan tepat waktu. Fasilitas ini akan menjadi pusat perakitan kendaraan listrik komersial dengan TKDN minimal 40 persen sehingga memberikan dampak pada keterjangkauan harga untuk konsumen dan peningkatan margin untuk perusahaan”, sambung dia.