Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pengangguran Muda Korea Selatan Capai Rekor Tertinggi dalam 4 Tahun

2 min read
Pengangguran Muda Korea Selatan Capai Rekor Tertinggi dalam 4 Tahun
ilustrasi bendera Korea Selatan (pixabay.com/Big_Heart)
  • Pengangguran usia 15–29 tahun di Korea Selatan mencapai 5,4 persen pada September 2026, tertinggi dalam empat tahun; jumlah penganggur naik menjadi 194 ribu orang.
  • Jumlah pekerja muda turun 147 ribu orang secara tahunan, melanjutkan penurunan 47 bulan. Perusahaan cenderung mencari tenaga terampil dan berpengalaman, dipengaruhi perubahan industri dan AI.
  • Penyerapan tenaga kerja manufaktur naik 16 ribu menjadi 4,36 juta pekerja, tetapi konstruksi serta akomodasi dan jasa makanan kehilangan pekerja; pemerintah menyiapkan inisiatif ketenagakerjaan nasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Tingkat pengangguran penduduk berusia 15 — 29 tahun di Korea Selatan (Korsel) mencapai 5,4 persen pada September 2026, tertinggi untuk bulan tersebut dalam empat tahun terakhir. Berdasarkan data Kementerian Data dan Statistik Korsel (MODS) pada Jumat (16/10/2026), jumlah pekerja muda berkurang 147 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan jumlah pekerja muda telah berlangsung selama 47 bulan berturut-turut. Sementara itu, tingkat pekerjaan kelompok usia tersebut terus menurun selama 29 bulan beruntun.

  1. 1. Jumlah penganggur muda bertambah menjadi 194 ribu orang

    ilustrasi pengangguran
    ilustrasi pengangguran (pexels.com/Ron Lach)

    Dilansir The Chosun Daily, jumlah penganggur berusia 15 — 29 tahun bertambah 15 ribu orang dibandingkan September 2025 menjadi 194 ribu orang. Tingkat pengangguran kelompok tersebut naik 0,6 poin persentase menjadi 5,4 persen.

    Di sisi lain, tingkat pekerjaan kaum muda juga turun 1,1 poin menjadi 44 persen. Penurunan itu berlangsung selama 29 bulan berturut-turut, menjadi periode terpanjang sejak November 2004 — Desember 2009 ketika jumlah pekerja muda terus berkurang selama lebih dari lima tahun.

  2. 2. Perusahaan cenderung mencari pekerja terampil dan berpengalaman

    ilustrasi melamar pekerjaan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
    ilustrasi melamar pekerjaan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Beberapa faktor struktural turut berkaitan dengan memburuknya kondisi ketenagakerjaan bagi kaum muda di Korsel. Salah satunya pertumbuhan industri semikonduktor yang berorientasi pada peralatan dinilai belum meluas menjadi penciptaan lapangan kerja.

    Penerapan akal imitasi (AI) juga mendorong perusahaan mencari pekerja terampil dan berpengalaman yang dapat langsung menjalankan tugas. Kondisi ini kian menyulitkan anak muda untuk mendapatkan pekerjaan.

  3. 3. Sektor manufaktur mencatat pertumbuhan penyerapan tenaga kerja

    bendera Korea Selatan
    ilustrasi bendera Korea Selatan (unsplash.com/Chris Boland)

    Sektor manufaktur Korsel mencatat pertumbuhan penyerapan tenaga kerja untuk pertama kalinya sejak Juni 2024. Pada September 2026, jumlah pekerjanya mencapai 4,36 juta orang, naik 16 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini mengakhiri penurunan tenaga kerja selama 26 bulan berturut-turut. 

    "Jumlah pekerja di sektor otomotif dan tekstil menurun, tetapi peningkatan di sektor kimia, produk logam fabrikasi, serta peralatan transportasi lainnya mendorong penyerapan tenaga kerja manufaktur kembali tumbuh," ujar Direktur Jenderal Statistik Sosial MODS Bin Hyun Jun sebagaimana dilansir The Korea Herald.

    Meskipun begitu, penyerapan tenaga kerja di sektor lain tercatat turut mengalami penurunan. Sektor konstruksi kehilangan 48 ribu pekerja, sedangkan sektor akomodasi dan jasa makanan berkurang 97 ribu pekerja dibandingkan setahun sebelumnya. 

    Pejabat Kementerian Keuangan dan Ekonomi Korsel juga memperingatkan bahwa ketegangan yang kembali muncul di Timur Tengah dapat menimbulkan risiko terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja.

    "Kami akan menyusun inisiatif ketenagakerjaan nasional yang mencakup penciptaan lapangan kerja, baik di sektor swasta maupun sektor publik," tutur pejabat tersebut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More