Kuda Nil Tertua di Korea Selatan Mati pada Usia 46 Tahun

- Hasun, kuda nil tertua di Korea Selatan, mati secara alami pada usia 46 tahun di Seoul Grand Park setelah kondisi fisiknya mendadak menurun pada pertengahan Oktober.
- Kuda nil betina kelahiran 1980 ini didatangkan saat Seoul Grand Park dibuka pada 1984 dan menjadi satwa perintis serta pemimpin kelompok di Paviliun Afrika 2.
- Rekam medis dan pola pemeliharaan Hasun akan dijadikan rujukan ilmiah untuk perawatan satwa usia lanjut di Asia Timur, setelah ia hidup dalam pengawasan dan nutrisi terjaga.
Jakarta, IDN Times - Hasun, kuda nil tertua di Korea Selatan, dilaporkan mati pada usia 46 tahun di kebun binatang Seoul Grand Park pada pertengahan Oktober. Pihak pengelola secara resmi mengumumkan kabar kematian satwa betina tersebut melalui situs resminya pada Jumat (16/10/2026).
Sebelum mati, kondisi kesehatan satwa yang menjadi ikon kebun binatang tersebut mendadak menurun drastis setelah sebelumnya sempat terpantau bugar dan aktif makan. Kendati tanggal pasti kematiannya tidak dipublikasikan secara rinci, tim dokter hewan memastikan Hasun mati secara alami akibat faktor usia lanjut tanpa adanya indikasi penyakit menular.
1. Penurunan kondisi fisik Hasun sebelum mati secara alami
Penurunan daya tahan tubuh Hasun berlangsung cukup singkat setelah bertahun-tahun hidup sehat di bawah pengawasan rutin tim medis. Ketika staminanya melemah tanpa disertai tanda-tanda infeksi, para dokter hewan dan perawat satwa langsung bersiaga memberikan pertolongan darurat di dalam kandang.
Mamalia besar ini akhirnya mengembuskan napas terakhir dengan tenang di hadapan para petugas yang telah merawatnya selama puluhan tahun.
"Hasun sebelumnya makan dengan lahap dan sangat sehat, tetapi tenaganya mendadak merosot sehingga tim medis terus mendampinginya di kandang hingga saat-saat terakhir," jelas pihak pengelola Seoul Grand Park, dilansir The Korea Herald.
2. Peran Hasun sebagai satwa perintis sejak pembukaan kebun binatang
Keberadaan Hasun memiliki nilai sejarah yang penting bagi dunia konservasi satwa di Korea Selatan. Kuda nil yang lahir pada 1980 ini didatangkan secara khusus guna menyambut peresmian Seoul Grand Park pada Mei 1984 silam. Selama lebih dari empat dekade menempati Paviliun Afrika 2, Hasun dipercaya menjadi tetua sekaligus pemimpin bagi kelompoknya, sehingga kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat lintas generasi.
"Sebagai satwa perintis sejak 1984, Hasun telah menemani perjalanan kebun binatang ini dalam waktu yang sangat lama dan meninggalkan kenangan indah bagi jutaan pengunjung," tulis manajemen Seoul Grand Park.
Pihak kebun binatang juga menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada masyarakat luas atas perhatian dan kasih sayang yang terus mengalir kepada Hasun sepanjang masa hidupnya.
3. Rekam medis Hasun sebagai rujukan perawatan satwa usia lanjut
Secara umum, kuda nil diketahui memiliki rentang usia hidup berkisar antara 40 hingga 50 tahun, baik di habitat liar maupun di lingkungan penangkaran. Keberhasilan Hasun mencapai umur 46 tahun mencerminkan mutu perawatan serta pemenuhan nutrisi yang terjaga, mengingat kuda nil liar rentan mati lebih cepat akibat masalah gigi aus, persaingan fisik, atau dampak kekeringan.
Di tingkat internasional, catatan usia yang lebih panjang pernah dicapai oleh Bertha di Filipina dan Lu di Amerika Serikat yang hidup hingga 65 tahun, Donna di AS dan Tanga di Jerman yang mencapai usia 61 tahun, serta Tami di Israel yang berumur 59 tahun.
Kini, seluruh data rekam medis serta pola pemeliharaan Hasun dijadikan sebagai rujukan ilmiah yang berharga dalam mendukung perawatan satwa usia lanjut di kawasan Asia Timur.






















