Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pertamina Naikkan Pasokan BBM 125 Persen di Sumut
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) bersama Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) memperkuat koordinasi untuk mempercepat normalisasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kota Medan dan sekitarnya. (dok. Pertamina)
  • Pertamina meningkatkan pasokan BBM di Sumatera Utara hingga 120-125 persen untuk mempercepat pemulihan distribusi dan mengurai antrean kendaraan di SPBU, terutama di wilayah Medan.
  • BPH Migas memastikan stok BBM aman dan menegaskan kendala yang terjadi bersifat operasional, bukan karena kuota, sambil mendorong penerapan sistem peringatan dini distribusi.
  • Penyaluran BBM mencapai lebih dari 6.000 KL per hari dengan operasional terminal 24 jam, membuat antrean di SPBU berkurang dan pelayanan kepada masyarakat kembali lancar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sumatra Utara (Sumut) ditingkatkan hingga 120-125 persen dari kondisi normal untuk mempercepat pemulihan distribusi. Antrean kendaraan di sejumlah SPBU pun berkurang, terutama di Kota Medan dan sekitarnya.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan stok BBM di Sumut saat ini aman. Pasokan juga bertambah setelah dua kapal selesai membongkar muatan solar bersubsidi dan Pertalite, sehingga distribusi diharapkan kembali normal dan antrean di SPBU dapat terus berkurang.

"Kita terus meminta agar peningkatan suplai disegerakan, dari kondisi sebelumnya sebesar 112 persen menjadi 120-125 persen. Ini merupakan upaya terbaik untuk mengurai antrean di SPBU yang menjadi perhatian masyarakat,” kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/7/2026).

1. Distribusi diperkuat lewat penambahan armada

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumatra Utara hingga kini tetap berjalan normal. (Dok/Istimewa).

BPH Migas terus mengawal percepatan normalisasi distribusi BBM yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Sejumlah langkah penguatan distribusi mulai menunjukkan hasil dengan antrean di sejumlah SPBU berangsur terurai.

Untuk mempercepat distribusi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menambah sekitar 35 persen kapasitas armada mobil tangki beserta awaknya.

Perusahaan juga mengoptimalkan alih suplai dari Fuel Terminal Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe, serta memaksimalkan penerimaan dan penyaluran BBM melalui Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli.

Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut akan terus berkoordinasi dengan BPH Migas, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan para pemangku kepentingan untuk memastikan proses normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara berjalan optimal.

2. Masalah bukan pada kuota BBM

Antrean SPBU di jalan Setiabudi Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Berdasarkan pemantauan BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga pada Jumat (17/7/2026), antrean di sebagian besar SPBU di Kota Medan mulai kembali normal. Saat pemantauan pada sore hari, antrean kendaraan hanya tersisa dua hingga tiga unit di sebagian besar SPBU.

Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho mengatakan realisasi penyaluran solar di Sumatra hingga 14 Juli 2026 masih di bawah rata-rata nasional. Kondisi serupa juga terjadi pada penyaluran Pertalite di Sumatera Utara, sehingga kendala yang terjadi bukan berasal dari keterbatasan kuota.

"Kendala ini operasional, operasional distribusi. Perlu ada semacam early warning system (peringatan dini). Selain itu juga seluruh armada terlihat di pemantauan, apakah di jalan atau SPBU. Permasalahan ini harus bisa segera diselesaikan," ujarnya.

3. Penyaluran BBM tembus 6.000 KL per hari

PT Pertamina Patra Niaga memastikan layanan penyaluran BBM di seluruh SPBU wilayah Medan dan sekitarnya kini telah kembali beroperasi normal. (Dok. Pertamina)

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi mengatakan, operasional Fuel Terminal Medan Group tetap berjalan selama 24 jam untuk menjaga pasokan BBM bagi masyarakat.

Selama 14-16 Juli 2026, rata-rata penyaluran BBM ke SPBU mencapai lebih dari 6.000 kiloliter (KL) per hari. Penambahan distribusi tersebut dilakukan untuk memperkuat stok di SPBU sehingga pelayanan kepada masyarakat kembali normal.

“Mudah-mudahan peningkatan penyaluran ini dapat menjadi tambahan stok di SPBU sehingga mampu mengurai antrean yang masih terjadi,” kata Sunardi.

Pertamina bersama BPH Migas juga melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU di Kota Medan. Hasilnya, penyaluran solar dan Pertalite berlangsung lancar dengan stok yang terus dijaga melalui pengisian berkelanjutan.

Perbaikan distribusi mulai dirasakan masyarakat. Sejumlah pengemudi mengaku proses pengisian BBM kini lebih cepat dibandingkan beberapa hari sebelumnya setelah antrean di SPBU berangsur berkurang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article