Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pertamina Tambah 41 Sopir Truk Tangki untuk Genjot Pasokan BBM Sumut

Pertamina Tambah 41 Sopir Truk Tangki untuk Genjot Pasokan BBM Sumut
Pertamina Patra Niaga Sumbagut memberikan arahan untuk distribusi BBM ke SPBU-SPBU Sumatra Utara. (Dokumentasi Pertamina)
Intinya Sih
  • Pertamina Patra Niaga menambah 41 sopir truk tangki dan dukungan TNI, sehingga total Awak Mobil Tangki mencapai 711 personel untuk mempercepat distribusi BBM di Sumatra Utara.
  • Pemantauan armada dilakukan secara real time melalui Road Traffic Control, dengan penguatan teknis dan operasional SPBU serta Terminal BBM Medan yang beroperasi 24 jam demi kelancaran pasokan.
  • Pertamina memastikan stok BBM aman di IT Medan dan menargetkan antrean SPBU kembali normal pada Sabtu, setelah peningkatan pengiriman hingga 6.000 KL atau naik sekitar 40 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pertamina Patra Niaga terus berupaya mempercepat distribusi bahan bakar minyak (BBM) agar tak ada lagi antrean yang mengular di SPBU-SPBU di Sumatra Utara. Salah satu caranya dengan menambah 41 sopir truk tangki dari berbagai wilayah operasional untuk memastikan distribusi BBM berjalan aman, lancar dan tepat waktu di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.

"Pertamina juga mendapat dukungan dari personel TNI sebagai pengemudi bantuan. Maka, total Awak Mobil Tangki (AMT) mencapai 711 personel," ungkap Direktur Utama PT Elnusa Petrofin dalam keterangannya, dikutip Sabtu (18/7/2026).

PT Elnusa Petrofin merupakan anak usaha dari PT Elnusa dan mendapat penugasan dari PT Pertamina Niaga untuk mendistribusikan BBM.

Selain menambah jumlah sopir, Pertamina turut menyiapkan tambahan armada operasional lewat skema spot charter. Mobil tangki dari Jakarta juga dikerahkan ke Sumut secara bertahap untuk memperkuat kapasitas angkut.

"Sehingga jumlah mobil tangki yang siap beroperasi meningkat menjadi 176 unit," katanya.

1. Pemantauan armada pengangkutan BBM dilakukan secara real time

1000902913.jpg
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) menegaskan bahwa informasi yang beredar di salah satu media mengenai adanya transporter yang disebut enggan menyalurkan BBM ke SPBU karena keterlambatan pembayaran tidak sesuai dengan kondisi operasional di lapangan. (Dok. Pertamina)

Pertamina juga melakukan pemantauan armada secara real time oleh Road Traffic Control (RTC) serta seluruh tim operasi baik yang berada di lapangan maupun di pusat. Pengawasan tersebut difokuskan pada pengendalian Round Trip Hour (RTH) mobil tangki agar perputaran armada semakin cepat dan efektif, sehingga kapasitas penyaluran BBM dapat terus ditingkatkan.

Elnusa Petrofin juga mempercepat penanganan armada yang mengalami gangguan melalui penguatan dukungan teknis, penambahan mekanik dari ATPM, penguatan ketersediaan suku cadang, serta penyediaan stok ban siap pakai untuk mempercepat proses perbaikan armada.

Untuk mempercepat pemulihan distribusi, operasional SPBU dan Terminal BBM Medan juga dioptimalkan selama 24 jam. Pertamina turut memberikan dukungan operasional bagi AMT dan personel fuel terminal melalui penyediaan kebutuhan pendukung guna menjaga kesiapan dan keberlangsungan operasi di lapangan.

2. Pertamina pastikan operasional perusahan tetap berjalan normal dan kondusif

IMG_20260715_121920.jpg
Antrean SPBU di jalan Setiabudi Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan juga menggarisbawahi operasional perusahaan tetap berjalan normal dan kondusif. Perusahaan, kata Doni, juga terus menerapkan penegakan disiplin terhadap setiap pelanggaran yang terbukti dilakukan oleh personel operasional sesuai ketentuan yang berlaku. Di waktu bersamaan, Pertamina memperkuat kapasitas SDM lewat proses rekrutmen dan penambahan personel baru.

"Operasional terminal BBM Medan berjalan normal dan penyaluran BBM di SPBU wilayah Medan berangsur kembali normal," kata Doni.

Elnusa Petrofin, katanya, terus berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan distribusi energi kepada masyarakat berjalan lancar dan berkesinambungan.

3. Pertamina menargetkan antrean kembali normal pada Sabtu

Ilustrasi SPBU Pertamina
Ilustrasi SPBU Pertamina (dok. Pertamina Patra Niaga JBB)

Sementara itu, Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Sunardi mengatakan, terjadinya kekosongan di sejumlah SPBU bukan dikarenakan stok BBM habis, melainkan dikarenakan adanya pembenahan manajemen transportasi.

"Saya sampaikan kondisi stok posisinya sekarang di IT (Integrated Terminal) Medan sangat aman," kata dia kepada media, Rabu (15/7/2026).

Sunardi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengantaran ke SPBU sebanyak 6.000 KL. Artinya, ada kenaikan 40 persen sebagai upaya me-recovery stok yang ada di SPBU.

"Stok Pertalite ada 16 hari, kemudian untuk Biosolar itu tujuh hari, namun kapalnya hari ini masuk. Kemudian untuk Pertalite besok ada kapal 32 ribu KL masuk," kata dia.

Pihaknya sampai saat ini terus melakukan pemulihan. Pertamina Sumbagut, kata dia, menargetkan pada Sabtu, 18 Juli 29026 antrean BBM sudah normal kembali.

"Masyarakat kami imbau tetap tenang. Insyaallah kami bisa penuhi untuk kebutuhan dalam jangka waktu sampai Sabtu, kira-kira mungkin sudah bisa normal kembali," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More