Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pertamina Bidik Penciptaan Nilai Ekonomi AI Capai US$150 Juta
Senior Vice President of Pertamina Digital Hub, Sigit Pratopo. (Herka Yanis/IDN Times)

  • Pertamina menargetkan penciptaan nilai bisnis dari penerapan AI sebesar US$150 juta pada 2026, setelah sebelumnya mencatat US$78 juta pada 2025 melalui efisiensi operasional di berbagai lini usaha.
  • Pengembangan AI di Pertamina difokuskan untuk mendukung keselamatan dan keberlanjutan, termasuk teknologi deteksi gas metana yang mampu memberi peringatan dini terhadap potensi kebakaran dan pemetaan emisi.
  • Dalam Indonesia Summit 2026, Pertamina memamerkan inovasi digital serta mengedukasi publik tentang pemanfaatan AI dan keamanan data pribadi sebagai bagian dari transformasi digital perusahaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PT Pertamina (Persero) menargetkan penciptaan nilai ekonomi sebesar US$150 juta melalui penerapan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional dan nilai bisnis di seluruh rantai usaha perusahaan.
  • Who?
    Senior Vice President Pertamina Digital Hub Ignatius Sigit Pratopo dan Senior Officer I Corporate Brand Pertamina Didi Andrian Indra Kusuma mewakili Pertamina dalam penyampaian program transformasi digital ini.
  • Where?
    Kegiatan disampaikan dalam forum Indonesia Summit 2026 yang berlangsung di The Tribrata Hotel and Convention Center, Jakarta, serta mencakup implementasi AI di berbagai lini operasi Pertamina.
  • When?
    Pemaparan dilakukan pada 17–18 Juni 2026, dengan target penciptaan nilai ekonomi tahun berjalan mencapai US$150 juta dan peningkatan hingga US$300 juta pada tahun berikutnya.
  • Why?
    Pertamina mengembangkan AI untuk memperkuat efisiensi bisnis, mendukung keselamatan kerja, memantau emisi gas metana, serta memastikan keberlanjutan operasional energi nasional secara lebih optimal.
  • How?
    Penerapan dilakukan melalui konsep Digital Factory yang mencakup identifikasi masalah bisnis, pengembangan produk minimum (MVP), hingga implementasi luas berbasis pendekatan “AI First” dan prinsip responsible AI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – PT Pertamina (Persero) memperkuat transformasi digital dengan mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menciptakan nilai bisnis di seluruh rantai bisnis perusahaan. Tahun ini, Pertamina menargetkan penciptaan nilai bisnis dari penerapan AI mencapai US$150 juta.

Hal tersebut disampaikan Senior Vice President Pertamina Digital Hub Ignatius Sigit Pratopo dalam Indonesia Summit 2026 yang digelar IDN Times di The Tribrata Hotel and Convention Center, Jakarta, 17-18 Juni 2026. Selain menjadi pembicara dalam forum diskusi, Pertamina juga menghadirkan pameran interaktif bertema How We Energize Indonesia in the Algorithmic Era.

1. AI yang memberikan dampak finansial

ilustrasi artificial intelligence (freepik.com/DC Studio)

Senior Vice President Pertamina Digital Hub Ignatius Sigit Pratopo mengatakan, AI telah berkembang dari sekadar teknologi pendukung menjadi bagian dari strategi bisnis yang memberikan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan.

“Kami hadirkan AI untuk mendukung bisnis, menciptakan value creation, sekaligus mengembangkan kapabilitas AI di lingkungan Pertamina. Para perwira Pertamina juga terus meningkatkan kompetensi agar mampu menghasilkan nilai bisnis melalui pemanfaatan AI,” ujar Sigit, Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut Sigit, implementasi AI dilakukan secara sistematis melalui konsep Digital Factory, mulai dari identifikasi persoalan bisnis, pengembangan Minimum Viable Product (MVP), hingga implementasi yang diperluas ke berbagai lini usaha.

Pemanfaatan teknologi tersebut telah menghasilkan penciptaan nilai bisnis sekitar US$35 juta pada 2024 melalui penurunan working loss di Subholding Downstream. Pada 2025, nilai yang dihasilkan meningkat menjadi US$78 juta atau melampaui target US$50 juta. 

“Tahun ini kami menargetkan US$150 juta dan tahun depan meningkat menjadi US$300 juta sesuai visi yang ditetapkan dalam rencana jangka panjang perusahaan,” kata Sigit.

2. Pengembangan AI di Pertamina

ilustrasi karyawan Pertamina (dok. Pertamina)

Selain manfaat finansial, Pertamina juga mengembangkan AI untuk mendukung aspek keselamatan dan keberlanjutan. Salah satunya melalui teknologi methane gas detection yang mampu memberikan peringatan dini terhadap potensi kebakaran sekaligus memetakan emisi gas metana di area operasi perusahaan.

Sigit mengatakan, ke depan Pertamina ingin menjadikan AI sebagai bagian utama dalam proses bisnis melalui pendekatan AI First. “AI yang kami kembangkan adalah responsible AI, yang dibangun sesuai kebutuhan Pertamina sehingga dapat dimanfaatkan secara tepat dan memberikan manfaat yang optimal,” ujarnya.

3. Edukasi pemanfaatan AI dan keamanan data pribadi

Peserta Indonesia Summit 2026 mencoba game spot and tap. (Evan Yulian Philaret/IDN Times)

Dalam ajang Indonesia Summit 2026, Pertamina juga memperkenalkan berbagai inovasi digital melalui Pertamina Digital Hub dan Enterprise IT. Pengunjung diajak mengenal pemanfaatan AI dalam bisnis energi serta mendapatkan edukasi mengenai keamanan data pribadi di era digital.

Senior Officer I Corporate Brand Pertamina, Didi Andrian Indra Kusuma mengatakan, kehadiran Pertamina dalam forum tersebut menjadi sarana untuk menunjukkan bahwa transformasi digital telah menjadi bagian penting dari operasional perusahaan.

“Pertamina terus beradaptasi dan berada di garis depan dalam mengikuti perkembangan teknologi informasi dan AI. Harapannya, inovasi ini tidak hanya meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga memperkuat pelayanan dan distribusi energi kepada masyarakat,” kata Didi.


Editorial Team

Related Article