Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pertamina Tak Lakukan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi per 1 Oktober
Konsumsi Pertamax Series naik signifikan selama mudik Lebaran 2026, mencerminkan pergeseran masyarakat ke BBM berkualitas tinggi demi performa kendaraan dan efisiensi bahan bakar. (dok. Pertamina)
  • Pertamina mempertahankan harga BBM subsidi dan nonsubsidi pada level September 2026 saat memasuki 1 Oktober.

  • Harga BBM subsidi mengikuti kebijakan pemerintah hingga akhir 2026, sementara BBM nonsubsidi mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat.

  • Perhitungan berbasis harga pasar menunjukkan sejumlah BBM nonsubsidi berpotensi naik, tetapi angka tersebut merupakan skenario, bukan ramalan harga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1 September

Pertamax Green 95 dijual Rp19.150 per liter, Pertamax Turbo Rp19.600, Dexlite Rp23.700, Pertamina Dex Rp25.200, dan Pertamax Rp15.950 per liter.

25 Agustus-24 September 2026

Harga bensin olahan di Singapura atau MOPS naik sekitar 14 persen.

11 September

Perhitungan menggunakan data pasar yang teramati sampai 11 September. Sisa periode dihitung dengan skenario harga minyak Brent dan crack spread.

September 2026

Harga BBM subsidi dan nonsubsidi yang berlaku pada September menjadi acuan harga saat memasuki Oktober.

Senin (28/9/2026)

Yayan Satyakti menyatakan BBM nonsubsidi dapat naik 5-11 persen jika formula diikuti, sementara Pertamax kemungkinan ditahan.

1 Oktober 2026

Pertamina tidak memberlakukan perubahan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi. Harga BBM subsidi tetap mengikuti kebijakan pemerintah.

akhir 2026

Harga BBM subsidi disebut tetap hingga akhir 2026 sesuai kebijakan pemerintah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pertamina tidak mengubah harga BBM subsidi dan nonsubsidi yang berlaku pada September 2026 saat memasuki 1 Oktober.
  • Who?
    PT Pertamina Patra Niaga melalui VP Corporate Communication Kitty Andhora menyampaikan harga tersebut tetap.
  • Where?
    Ketentuan harga BBM berlaku di Indonesia, sementara perhitungan pasar mengacu pada harga bensin olahan di Singapura.
  • When?
    Perubahan harga tidak diberlakukan pada 1 Oktober 2026. Harga BBM subsidi disebut tetap hingga akhir 2026.
  • Why?
    BBM subsidi mengikuti kebijakan pemerintah. BBM nonsubsidi dipertahankan dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat.
  • How?
    Pertamina mempertahankan harga September, meski perhitungan pasar menunjukkan sejumlah BBM nonsubsidi berpotensi naik 5-11 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pertamina bilang harga bensin subsidi dan nonsubsidi belum berubah saat masuk 1 Oktober. Harga bensin subsidi mengikuti aturan pemerintah sampai akhir 2026. Harga bensin nonsubsidi juga masih seperti bulan September. Yayan menghitung beberapa harga bisa naik kalau mengikuti pasar, tetapi itu hanya skenario, bukan ramalan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Keputusan mempertahankan harga BBM subsidi dan nonsubsidi memberi kepastian harga bagi masyarakat saat memasuki Oktober. Kebijakan ini juga menunjukkan pertimbangan terhadap kondisi masyarakat, meski perhitungan berbasis pasar mencatat adanya potensi kenaikan untuk sejumlah BBM nonsubsidi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, masih sama seperti harga yang berlaku pada September 2026. Tidak ada perubahan harga BBM yang diberlakukan oleh Pertamina memasuki 1 Oktober 2026.

VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan harga BBM subsidi tetap mengikuti kebijakan pemerintah yang berlaku. Sementara untuk BBM nonsubsidi, harga yang berlaku pada September masih dipertahankan.

"Per 1 Oktober, harga BBM baik subsidi maupun nonsubsidi masih tetap sama dengan harga per bulan September," kata dia dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).

1. Harga BBM subsidi tetap sampai akhir 2026

PT Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran Pertalite terus dilakukan sesuai penugasan yang diberikan Pemerintah. (Dok. Pertamina)

Kitty menjelaskan, harga BBM subsidi tetap hingga akhir 2026 sesuai dengan kebijakan pemerintah. Dengan demikian, memasuki Oktober 2026, tidak ada perubahan harga untuk BBM subsidi.

Sementara itu, harga BBM nonsubsidi juga masih dipertahankan pada level yang sama seperti periode sebelumnya. Penetapan harga tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor serta kondisi masyarakat.

"Adapun untuk BBM nonsubsidi, dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat, sampai saat ini masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya," ujar Kitty.

2. Harga BBM diproyeksikan naik

SPBU PERTAMINA

Sebelumnya, ekonom energi Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti, memperkirakan harga sejumlah BBM nonsubsidi dapat naik 5-11 persen jika mengikuti pergerakan harga pasar.

Perkiraan tersebut mengacu pada rata-rata harga pasar periode 25 Agustus–24 September 2026. Pada periode itu, harga bensin olahan di Singapura atau Mean of Platts Singapore (MOPS) naik sekitar 14 persen.

Perhitungan harga BBM nonsubsidi untuk Oktober mengacu pada rata-rata harga pasar bulan sebelumnya. Rata-rata MOPS bensin untuk periode harga Oktober diperkirakan naik menjadi sekitar 126,7 dolar AS per barel dari 111,4 dolar AS per barel pada periode harga September.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah sedikit menguat dari sekitar Rp17.892 menjadi Rp17.630 per dolar AS. Penguatan rupiah tersebut belum cukup untuk menutup kenaikan harga bensin olahan.

"Bila formula diikuti, BBM nonsubsidi naik 5-11 persen. Pertamax kemungkinan besar ditahan lagi, tetapi harga aslinya kini sekitar Rp18.350 per liter," kata dia dalam keterangannya kepada IDN Times, Senin (28/9/2026).

3. Potensi kenaikan harga BBM nonsubsidi

potret SPBU Pertamina (pertamina.com)

Berdasarkan perhitungan Yayan, Pertamax Green 95 yang pada 1 September dijual Rp19.150 per liter berpotensi menjadi sekitar Rp21.200 per liter pada 1 Oktober. Angka tersebut setara dengan kenaikan 10,7 persen, dengan rentang skenario Rp20.750–Rp21.800 per liter.

Pertamax Turbo diperkirakan naik dari Rp19.600 menjadi Rp21.450 per liter atau 9,4 persen. Rentang skenarionya berada di Rp21.050–Rp21.950 per liter. Sementara itu, Dexlite diperkirakan naik dari Rp23.700 menjadi Rp25.000 per liter atau 5,5 persen. Rentang skenarionya Rp23.850–Rp26.300 per liter. Pertamina Dex juga diperkirakan naik dari Rp25.200 menjadi Rp26.600 per liter atau 5,6 persen, dengan rentang skenario Rp25.350-Rp27.950 per liter.

Untuk Pertamax, harga formulanya dihitung mencapai Rp18.350 per liter dari Rp15.950 per liter pada 1 September. Artinya, terdapat selisih 15 persen jika harga formula tersebut diterapkan sepenuhnya. Rentang skenarionya berada di Rp17.900–Rp18.850 per liter.

Perhitungan tersebut menggunakan data pasar yang teramati sampai 11 September. Sisa periode dihitung menggunakan tiga skenario harga minyak Brent 104–110 dolar AS per barel dan selisih harga produk atau crack spread. Angka tersebut merupakan hasil perhitungan skenario, bukan ramalan harga.

Curated For You

Editorial Team

Related Article