potret SPBU Pertamina (pertamina.com)
Berdasarkan perhitungan Yayan, Pertamax Green 95 yang pada 1 September dijual Rp19.150 per liter berpotensi menjadi sekitar Rp21.200 per liter pada 1 Oktober. Angka tersebut setara dengan kenaikan 10,7 persen, dengan rentang skenario Rp20.750–Rp21.800 per liter.
Pertamax Turbo diperkirakan naik dari Rp19.600 menjadi Rp21.450 per liter atau 9,4 persen. Rentang skenarionya berada di Rp21.050–Rp21.950 per liter. Sementara itu, Dexlite diperkirakan naik dari Rp23.700 menjadi Rp25.000 per liter atau 5,5 persen. Rentang skenarionya Rp23.850–Rp26.300 per liter. Pertamina Dex juga diperkirakan naik dari Rp25.200 menjadi Rp26.600 per liter atau 5,6 persen, dengan rentang skenario Rp25.350-Rp27.950 per liter.
Untuk Pertamax, harga formulanya dihitung mencapai Rp18.350 per liter dari Rp15.950 per liter pada 1 September. Artinya, terdapat selisih 15 persen jika harga formula tersebut diterapkan sepenuhnya. Rentang skenarionya berada di Rp17.900–Rp18.850 per liter.
Perhitungan tersebut menggunakan data pasar yang teramati sampai 11 September. Sisa periode dihitung menggunakan tiga skenario harga minyak Brent 104–110 dolar AS per barel dan selisih harga produk atau crack spread. Angka tersebut merupakan hasil perhitungan skenario, bukan ramalan harga.